UIII perkuat posisi Indonesia sebagai kiblat peradaban Islam

Jum'at, 4 Maret 2022 | 14:18 WIB ET

Jakarta - Mimpi Presiden Joko Widodo menjadikan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) sebagai pusat kajian Islam moderat (Islam jalan tengah), sejalan dengan cita-cita besar Indonesia, yakni sebagai kiblat peradaban Islam. 

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Rumadi Ahmad mengatakan, Indonesia mempunyai posisi yang sangat strategis sebagai pusat peradaban Islam. Di samping negeri dengan penduduk mayoritas muslim terbesar di dunia, kata Rumadi, Indonesia juga tidak mempunyai beban sejarah masa lalu, karena tidak terlibat dengan konflik keagamaan yang menjadi bagian dari sejarah dunia. 

"Posisi ini memudahkan Indonesia berkomunikasi dengan semua kekuatan keagamaan," tegas Rumadi. 

"Selain itu Indonesia mempunyai modal sosial, intelektual, dan politik yang bisa menjadi contoh dan referensi pengembangan Islam yang toleran dan moderat," tuturnya. 

Menurut Rumadi, kehadiran UIII yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) ini, menjadi bukti keseriusan pemerintahan Jokowi - Ma'ruf Amin untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat peradaban. 

"UIII harus berkontribusi menjadikan Indonesia sebagai pemimpin gagasan dan peradaban dunia. Jadi PSN ini bisa disebut mercusuar keislaman pemerintahan Jokowi-Ma'ruf," ujar Rumadi. 

Sebelumnya, Wakil Presiden Ma'ruf Amin berharap, pengelolaan dan penyelenggaraan kegiatan perkuliahan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) disesuaikan dengan standar universitas internasional. 

Ia juga meminta, UIII harus dapat menjadi pusat keunggulan peradaban Islam global. Sehingga, peran Indonesia sebagai negara yang berhasil menerapkan Islam wasathiyah dengan baik dapat terus digaungkan di dunia internasional.

"Prakarsa pembangunan UIII sejak awal dimaksudkan untuk menjadi pusat rujukan global pelaksanaan Islam wasathiyah," ungkap Wakil Presiden Ma'ruf Amin, saat memimpin rapat status kemajuan pembangunan UIII,  di Istana Wakil Presiden pada Rabu (2/3). 

Pembangunan UIII ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) setelah Presiden Joko Widodo menandatangani Perpews No 57/2016 tentang pendirian UIII pada 29 Juni 2016 lalu. Terkait hal ini, Kantor Staf Presiden ikut mengawal pelaksanaan pembangunan hingga pengoperasian UIII.

Bagikan artikel ini: