Pelaku perjalanan domestik tak perlu tes Covid-19, Sandiaga: Genjot pemulihan ekonomi

Selasa, 8 Maret 2022 | 13:29 WIB ET
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, penghapusan syarat tes RT-PCR dan Antigen bagi pelaku perjalanan domestik akan merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah menjelang Ramadan. Perekonomian di daerah diprediksi menggeliat setelah dua tahun perjalanan mudik dibatasi.

"Kebijakan diambil untuk memastikan bahwa bukan hanya kesehatan yang diprioritaskan, tapi juga membuka peluang baru agar ekonomi masyarakat yang dua tahun terkahir terkontraksi segera menggeliat," ujar Sandiaga dalam acara Weekly Press Briefing, Senin (7/3/2022).

Sandiaga mengatakan, keputusan untuk menghapus syarat tes Covid-19 bagi pelaku perjalanan didasari oleh masukan dari ahli dan epidemiolog. Pemerintah memperhatikan penanganan pandemi Covid-19 yang semakin membaik dengan melandainya kasus aktif di berbagai daerah.

Selain itu, kata Sandiaga, pemerintah mempertimbangkan angka capaian vaksinasi dosis kedua dan ketiga yang makin meningkat. Dengan pelbagai asesmen dan indikator, pemerintah mengklaim wabah virus corona sudah mulai terkendali.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya mengumumkan pelaku perjalanan domestik kini tak perlu menunjukkan bukti tes RT-PCR maupun tes Antigen. Aturan itu berlaku untuk seluruh moda transportasi, baik udara, laut, maupun darat.

"Dalam rangka transisi menuju aktivitas normal, hari ini pemerintah akan memberlakukan berbagai kebijakan. Pertama, pelaku perjalanan domestik yang sudah melakukan vaksinasi dosis kedua dan lengkap sudah tidak perlu menunjukkan bukti tes Antigen dan PCR negatif," kata Luhut.

Ketentuan ini akan dituangkan dalam peraturan kementerian dan lembaga yang bakal terbit dalam waktu dekat. Kebijakan tersebut tak terpelas dan tren kasus harian nasional yang menyurut. Luhut mengklaim kasus Covid-19 sangat menurun signifikan dalam sepekan terakhir.

Begitu pula dengan tingkat keterisian rumah sakit atau BOR dan tingkat kematian. "Tren penurunan konfirmasi harian terjadi di seluruh provinsi di Jawa dan Bali. Tingkat rawat inap menurun terkecuali DIY. DIY akan turun beberapa hari ke depan," ujar Luhut. kbc10

Bagikan artikel ini: