Bank Jatim rombak komisaris dan direksi, target salip Bank BJB

Kamis, 17 Maret 2022 | 15:42 WIB ET
Komisaris dan direksi Bank Jatim yang baru
Komisaris dan direksi Bank Jatim yang baru

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) tahun buku 2021, dimana salah satu agendanya adalah melakukan perubahan susunan komisaris dan direksi perseroan.

Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman mengatakan, dengan perubahan susunan pengurus ini menjadi semangat baru bagi perseroan dalam menjawab tantangan dan peluang bisnis ke depan sebagai bank daerah.

"Tentunya diharapkan Bank Jatim bisa menangkap peluang yang ada, dan bisa menjawab tantangan ke depan, apalagi potensi Jatim sangat besar untuk digarap khususnya UMKM serta digitalisasi perbankan," katanya dalam konferensi pers usai RPUST, Kamis (17/3/2022).

Dia bilang, dengan kepengurusan yang baru membuat bankjatim lebih optimis ke depan. Apalagi pihaknya telah menetapkan rencana bisnis jangka panjang hingga tahun 2025, dimana diantaranya akan fokus pengembangan bidang digital serta transformasi internal.

"Bagi kami, dukungan dari pemerintah daerah dan semua pihak sangat membantu langkah bankjatim, karena dengan potensi yang ada, harus ada sinergi dengan berbagai pihak," ujar Busrul Iman.

Dalam kesempatan itu Komisaris Utama Bank Jatim, Suprajarto menuturkan, sebagai pintu gerbang Indonesia Timur, Provinsi Jawa Timur memiliki potensi yang sangat luar biasa yang bisa dikembangkan.

"Kami terus kawal dan mudah-mudahan dengan pengalaman kami selama 36 di perbankan bisa memberikan insight kepada direksi agar bankjatim tumbuh dan sehat. Kami berharap bankjatim bisa geser Bank Jabar Banteng (BJB) sebagai bank daerah nomor satu," ujarnya.

Ditambahkan Suprajarto, salah satu potensi yang bisa dikembangkan bankjatim ke depan adalah remitance serta pembiayaan bagi pekerja migran Indonesia asal Jatim yang jumlahnya cukup besar.

"Selama ini segmen ini belum tergarap. Artinya banyak ekosistem yang bisa dikembangkan," tandasnya.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa yang hadir pada RUPST tersebut mengatakan, Pemprov Jatim selaku pemegang saham pengendali optimistis dengan kehadiran komisaris dan direksi baru ini akan menjadi penguatan dalam pengembangan bisnis perbankan ke depan.

"Selamat datang komisaris yang baru, beliau punya pengalaman dan jejaring sehingga seluruh penguatan, beliau bisa berikan supportnya. Ke depan ini akan menjadi energi luar biasa," katanya.

Dalam laporan kinerja tahun 2021, bankjatim menunjukkan performa bagus dan tumbuh bila dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Year on Year/YoY). Jika dibandingkan dengan kinerja industri perbankan secara nasional dan regional Jawa Timur, pertumbuhan kinerja bankjatim berada di atas pertumbuhan rata rata.

Berdasarkan kinerja Desember 2021, untuk pertama kalinya dalam sejarah, aset bankjatim mencapai Rp 100 triliun lebih atau tepatnya tercatat sebesar Rp 100,72 triliun dan tumbuh 20,45%, sedangkan laba bersih bankjatim tercatat Rp 1,52 triliun atau tumbuh 2,29% (YoY). Pencapaian tersebut didukung oleh pertumbuhan beberapa variabel seperti Dana Pihak Ketiga (DPK) bankjatim yang mencatatkan pertumbuhan  21,52% (YoY) yaitu sebesar Rp 83,20 triliun.

Dari sisi pembiayaan, bankjatim mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif yaitu tumbuh 3,06% (YoY) atau sebesar Rp 42,75 triliun. Kredit di sektor UMKM menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 11,07% (YoY) atau tercatat Rp 7,55 triliun, sedangkan kredit komersial tercatat sebesar Rp 10,46 triliun atau tumbuh 1,28% dan kredit di sektor konsumsi tercatat sebesar Rp 24,74 triliun atau tumbuh 1,58%. Komposisi rasio keuangan bankjatim periode Desember 2021 antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 17,26%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,11%, dan Return On Asset (ROA) 2,05%.

Pada RUPS Tahun Buku 2021 bankjatim berhasil membagi dividen sebesar Rp 52,11 per lembar saham. Nilai tersebut naik dari dividen tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 48,85 per lembar saham. Secara keseluruhan, Total dividen yang dibagi kepada pemegang saham adalah sebesar Rp 782.457.605.053,02 atau sebesar 51,37% dari laba bersih Tahun Buku 2021.

Pada RUPS Tahunan Tahun Buku 2021 kali ini, terdapat perubahan susunan pengurus perseroan. Bankjatim memberhentikan dengan hormat anggota direksi yang berakhir masa jabatannya, yaitu Direktur Risiko Bisnis Rizyana Mirda dan Direktur Keuangan Ferdian Timur Satyagraha. Selain itu, berdasarkan hasil RUPS Tahunan 2021, bankjatim mengangkat Komisaris dan Direksi baru yang telah lulus fit & proper test.

Adapun susunan Dewan Komisaris dan Direksi bankjatim setelah pelaksanaan RUPST Tahun Buku 2021 adalah sebagai berikut:

Komisaris

Komisaris Utama: Suprajarto

Komisaris Independen: Muhammad Mas’ud

Komisaris Independen: Candra Fajri Ananda

Komisaris Independen: Sumaryono

Komisaris: Heru Tjahjono

Direksi

Direktur Utama: Busrul Iman

Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko: Erdianto Sigit Cahyono

Direktur TI & Operasi: Tonny Prasetyo

Direktur KonsumerRitel & Usaha Syariah: R Arief Wicaksono

Direktur Komersial &Korporasi: Edi Masrianto

kbc7

Bagikan artikel ini: