Gandeng startup “Kang Duren”, Banyuwangi perluas pasar durian lokal

Sabtu, 19 Maret 2022 | 05:09 WIB ET

BANYUWANGI – Pelestarian dan eksistensi durian unggul lokal terus dilakukan oleh Pemkab Banyuwangi. Melalui program Aksi Pelestarian Durian Banyuwangi (Si Tari Dubang), Banyuwangi menggandeng start-up Kang Duren, untuk mempromosikan dan memperluas pasar durian varietas unggul khas daerahnya.

Kang Duren adalah salah satu startup yang fokus pada pembangunan ekosistem dan memajukan para petani durian. Difasilitasi pemkab, para petani Songgon menandatangani MoU dengan Start Up Kang Duren untuk pengembangan pemasaran marketing online.

“Durian Banyuwangi dikenal dengan kelegitan rasanya. Selama ini penghasil buah durian lokal Banyuwangi terbatas hanya sentra saja dan masih belum ada pemasaran yang terintegrasi di marketplace. Karena itu, kita menggandeng start-up Kang Duren untuk memperluas pasar durian unggul asli Banyuwangi," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Jumat (18/3/2022).

“Dengan kerjasama ini, kami harap bisa meningkatkan pendapatan para petani durian di sini. Dan menjadi tugas petani dan Dinas Pertanian untuk meningkatkan produksinya untuk menjaga ketersediaan durian,” kata Ipuk.

Sebagai salah satu daerah penghasil durian nusantara, Banyuwangi memiliki berbagai varietas durian unggul, seperti durian merah, Balqis, Banteng, Kepodang, Gandrung, Blambangan, Tawang Alun, durian boneng, mentega, orange, pink, kasur, dan masih banyak lainnya. Semua jenis durian tersebut memiliki keunggulan spesifik yang tidak dimiliki varietas durian di daerah lain.

Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, M. Khoiri menjelaskan bahwa lewat program Si Tari Dubang, pihaknya melakukan pengembangan durian lokal mulai dari hulu dan hilir. Seperti identifikasi dan pendaftaran varian durian lokal unggul, perlindungan pohon induk durian unggul, hingga penangkaran dan pembibitan durian lokal unggul.

“Kami juga akan mengembangkan kampung durian selain juga membantu pemasarannya,” jelas Khoiri.

"Program ini terbukti memberikan solusi peningkatan populasi tanaman durian lokal dari 100.462 pohon pada tahun 2017, menjadi 114.782 pohon pada tahun 2021. Ini tersebar di Kabupaten Banyuwangi," urainya.

Sementara CEO Start-up Kang Duren, Zulfikri mengatakan, dengan membuka keran pasar secara digital marketing bisa memberikan solusi bagi permasalahan yang seringkali dihadapi petani durian. Seperti persoalan harga pasar dan panen yang tidak menentu.

“Tugas Kang Duren nanti mempresentasikan durian unggul Banyuwangi dengan narasi-narasi yang baik, termasuk historinya," ujarnya.

Salah satu yang menarik dari Banyuwangi, kata Zulfikri, adalah varietas durian merah. Namun, pemasaran durian ini masih terkendala stok yang terbatas.

"Branding durian merah sudah sangat baik, namun produksinya belum bisa mengimbangi permintaan pasar. Maka, inilah saatnya petani mulai bekerja keras bagaimana meningkatkan produksinya melalui berbagai teknik budidaya yang akan difasilitasi oleh dinas terkait,” kata Zulfikri.

Populasi tanaman durian di kabupaten Banyuwangi sebanyak 114.782 pohon atau setara dengan luas 1.147 hektar, dengan produksi 14.754 ton per tahun. Sentra durian pun tersebar di beberapa kecamatan di Banyuwangi, di antaranya Songgon, Glagah, Licin, Kalipuro, Glenmore dan Kalibaru. (*

Bagikan artikel ini: