Ketum Kadin Jatim sabet penghargaan sebagai tokoh UMKM dari PWI

Senin, 28 Maret 2022 | 17:16 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur Adik Dwi Putranto mendapatkan penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim kategori Tokoh UMKM.

Penghargaan diberikan oleh Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim dalam acara puncak Hari Pers Nasional Jawa Timur 2022 yang digelar di Lamongan, Sabtu (26/3/2022).

Lutfil Hakim mengatakan, penghargaan yang diberikan oleh PWI Jatim kepada Adik Dwi Putranto sebagai tokoh UMKM tersebut  karena kepeduliannya yang sangat tinggi terhadap UMKM.

"Berbagai gebrakan besar telah berhasil dia lakukan untuk kemajuan Jatim selama menjabat sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur. Oleh karena itulah maka PWI memberikan penghargaan tertinggi ini," ujar Lutfil Halim di Surabaya, Senin (28/3/2022).

Sementara itu Adik menegaskan bahwa kepeduliannya terhadap UMKM didasarkan atas kesadaran bahwa UMKM adalah sektor yang paling memberikan pengaruh atau kontribusi dalam ekonomi Jawa Timur dan Nasional.

"Kenapa saya memiliki kepedulian yang sangat besar terhadap UMKM, karena 99,9 persen dari total jumlah pelaku usaha di Indonesia adalah UMKM. Dan 86 persen dari 99,99 persen tersebut adalah mikro. Mereka itu yang menyerap tenaga kerja lebih dari 70 persen. Berarti posisi UMKM disini sangat strategis dalam memperkuat struktur perekonomian di Indonesia. Makanya saya sangat konsentrasi menaikkan kelas UMKM," tutur Alumnus Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Malang tersebut.

Beberapa program Kadin Jatim untuk peningkatan kualitas UMKM diantaranya pendampingan UMKM di seluruh Kabupaten dan Kota di Jatim. Pendampingan dilakukan oleh pendamping yang memiliki sertifikat kompetensi teknis dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

"Pendamping UMKM ini juga harus memiliki kemampuan digital marketing dan memiliki kemampuan dalam mengurus sertifikat halal karena dua hal itu sangat diperlukan bagi UMKM. Selain itu ada Rumah Kurasi. Kami menyiapkan kurator yang bertugas untuk memeriksa produk Industri Kecil Menengah. Kami latih dan sertifikasi BNSP," tandas Adik.

Pemeriksaan produk IMK dengan menggunakan standar ekspor agar diketahui mana UMKM yang sudah berstandar ekspor, mana yang berstandar pasar modern dan mana UMKM yang masih standar pasar tradisional.

"Sehingga kami bisa mendampingi mereka agar lebih bagus, minimal bisa masuk di pasar modern. Selanjutnya ada Expor Center Surabaya yang bertugas mencarikan pasar luar negeri, baik produk manufaktur atau lainnya," katanya.

Selain itu, Kadin Jatim juga secara konsisten mengikuti misi dagang yang dilakukan Pemprov Jatim ke berbagai provinsi lain dengan membawa produk UMKM, diantaranya misi dagang ke Gorontalo, Palu, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Jambi. Misi dagang ini akan terus dilakukan, khususnya ke wilayah Indonesia bagian timur.

Kadin Jatim juga ikut memajukan kinerja Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes dengan memberikan pelatihan managerial BUMDes dan capacity building agar BUMDes bisa menjadi penyangga ekonomi di sekitar desa, termasuk UMKM.

"Semua kegiatan yang kami lakukan ini bersinergi pentahelix, antara pemerintah, akademisi, kampus, masyarakat, termasuk dengan media. Makanya kami kemarin juga telah melakukan MoU dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim karena media sangat diperlukan sekali, utamanya dalam hal kampanye Bangga Buatan Indonesia," pungkas Adik.kbc6

Bagikan artikel ini: