AXA Mandiri gandeng pelaku UMKM gelar literasi kesehatan dan perencanaan keuangan

Senin, 28 Maret 2022 | 20:47 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya berakhir, memberi pengalaman banyak hal kepada masyarakat. Memanfaatkan momentum semakin tingginya kesadaran akan kesehatan, serta geliat perekonomian yang semakin membaik, PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) melakukan kerja sama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (Bank Mandiri), menggelar literasi kesehatan dan perencanaan keuangan, serta pelatihan kerajinan dengan tema "Lebih Sehat, Lebih Cermat, Lebih Mandiri".

Kegiatan ini dihadiri para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaan Bank Mandiri, baik yang hadir secara langsung di Rumah BUMN Bank Mandiri di Jakarta Selatan, maupun yang mengikuti secara daring dari 20 Rumah BUMN Bank Mandiri lainnya di seluruh Indonesia.

Direktur AXA Mandiri Rudi Nugraha menyampaikan bahwa kerja sama dengan Kemenkes yang sudah berjalan selama beberapa tahun terakhir merupakan bagian dari implementasi program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yang diinisiasi oleh Presiden Joko Widodo dalam Instruksi Presiden (Inpres) No. 1/2017. Kegiatan ini merupakan upaya bersama dalam meningkatkan kesehatan dan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia agar Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di area kesehatan di masa depan dapat tercapai.

"Sinergi yang kuat dan kolaborasi yang baik antara AXA Mandiri dan Kemenkes RI, diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal dalam meningkatkan kesehatan, serta perlindungan atas risiko hidup termasuk terkena penyakit kritis kepada masyarakat," kata Rudi Nugraha dalam keterangan tertulis, Senin (28/3/2022).

Data dari Double Burden of Diseases & WHO NCD Country Profiles (2017) menunjukkan bahwa sejak tahun 1990 hingga 2017, Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi penyebab utama dari beban penyakit dengan pembiayaan yang mahal, yaitu sekitar 23,9 persen dari pengeluaran katastropik.

Sementara sebagai penyebab kematian tertinggi di Indonesia, PTM seperti jantung, stroke, kanker, dan diabetes menjadi penyakit dengan pembiayaan tertinggi di tahun 2020, yaitu bernilai lebih dari Rp 22,5 triliun. AXA Mandiri sendiri telah membayarkan klaim dan manfaat kepada nasabahnya sebesar Rp 9 triliun sepanjang tahun 2021. Angka ini meningkat 86 persen dibanding tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan pentingnya perencanaan keuangan dan memiliki proteksi, guna mengantisipasi risiko hidup seperti terkena penyakit kritis.

Kemenkes menyambut baik kolaborasi Germas bersama AXA Mandiri karena kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia, tetapi juga menciptakan budaya kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk berperilaku sehat jangka panjang, guna menciptakan bangsa Indonesia yang lebih maju di masa depan.

"Kami mengapresiasi komitmen AXA Mandiri untuk berkontribusi dalam mendorong pembangunan kesehatan masyarakat di Indonesia. Semoga kerja sama Germas ini akan menumbuhkan budaya pola hidup sehat jangka panjang, sehingga masyarakat bisa lebih sehat dan produktif, yang akhirnya menopang pembangunan negara," tandas dr. Imran Agus Nurali, Sp.KO, Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, Kemenkes RI.

Selain menyoroti soal kesehatan, kegiatan yang diikuti oleh komunitas UMKM di bidang makanan dan minuman, kerajinan, serta fesyen ini juga membahas tentang pengelolaan keuangan. UMKM merupakan salah satu sektor yang terdampak ekonomi cukup besar akibat pandemi. Namun demikian, ada 9 UMKM Binaan Bank Mandiri yang kembali menjual produk-produknya ke mancanegara pada tahun 2021 lalu. Tercatat lebih dari 3.000 UMKM dari total 13.814 UMKM binaan Bank Mandiri yang telah naik kelas menjadi Go Online.

Peningkatan kemampuan dan pengetahuan para UMKM dilakukan dengan mengadakan program pembinaan dan pelatihan, yaitu sebanyak 1.340 pelatihan yang juga melibatkan alumni Wirausaha Muda Mandiri. Semakin terkendalinya pandemi diharapkan dapat memacu UMKM untuk terus produktif, sehingga dapat berkontribusi lebih besar terhadap pemulihan ekonomi.

"Literasi keuangan yang disampaikan oleh AXA Mandiri diharapkan akan memberikan bekal kepada rekan-rekan UMKM dalam membantu menata kembali perencanaan keuangannya, baik secara pribadi, mempersiapkan proteksi diri, hingga mendukung kegiatan usaha yang dilakukan," ungkap VP Head of CSR Center Department Bank Mandiri, Diwangkoro A. Ratam.

Selain kegiatan literasi kesehatan dan keuangan, kegiatan yang diawali dengan senam pagi bersama ini, juga dilengkapi dengan pelatihan membuat kemasan parcel lebaran kepada seluruh peserta. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu UMKM untuk memperkaya kreasinya, khususnya dalam rangka menjelang bulan Ramadan dan hari raya Idul Fitri.

Sementara itu, dalam mewujudkan tujuan perusahaan yaitu bertindak untuk kemajuan insan manusia dengan melindungi yang terpenting bagi mereka, yaitu fokus terhadap perlindungan kesehatan dan jiwa, AXA Mandiri memberikan Asuransi Mandiri Mikro Sejahtera kepada 100 pelaku UMKM binaan Bank Mandiri, serta donasi alat kesehatan kepada Posyandu di Jakarta Selatan.

"Melalui serangkaian kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi para pelaku UMKM dalam menerapkana gaya hidup sehat, serta memiliki perencanaan keuangan, serta perlindungan yang lebih baik, guna meningkatkan kualitas hidupnya. Didukung oleh sinergi dan kolaborasi berbagai pihak, yakin kita bisa menciptakan masyarakat yang lebih sehat, lebih cermat dalam mengelola keuangan, sehingga dapat hidup lebih mandiri dan berkontribusi bagi kemajuan negeri," ujar Rudi. kbc7

Bagikan artikel ini: