Siap-siap biaya tambahan, perjalanan umrah bakal dipungut pajak

Kamis, 7 April 2022 | 15:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Anda yang akan melakukan perjalanan keagamaan termasuk umrah harus menyiapkan dana tanbahan, menyusul rencana pengenaan tarif pajak pertanbahan nilai (PPN) untuk perjalanan keagamaan sebesar 0,5 persen.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Sub Direktorat Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Perdagangan, Jasa, dan Pajak Tidak Langsung Lainnya Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Bonarsius Sipayung menyebut pemerintah menerapkan asas keadilan untuk memungut PPN dalam perjalanan keagaman.

Dia mengatakan, pemerintah memungut PPN atas jasa akomodasi untuk perjalanan ibadah keagamaan, dan bukan atas ibadah itu sendiri.

"Jasa akomodasi apapun itu sebetulnya kena PPN. Nah umroh atau ziarah kan ada perjalanan, oleh sebab itu kita atur," kata Bonarsius dalam Media Briefing daring, Rabu (6/4/2022).

Dia menjelaskan, kalau masyarakat melaksanakan perjalanan untuk ibadah sekaligus perjalanan ke tempat lain, misalnya dari umrah di Mekkah dilanjutkan dengan perjalanan ke Turki, akomodasinya akan dikenakan PPN sebesar 1,1 persen.

Di mana perbedaan tarif tersebut dikarenakan terdapat perusahaan penyedia jasa perjalanan ibadah yang menawarkan paket perjalanan ibadah sekaligus paket perjalanan ke tempat lain.

Diketahui pada aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 71 Tahun 2022 tentang PPN atas Penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP) Tertentu.

Pada aturan itu pengusaha kena pajak yang melakukan penyerahan JKP tertentu wajib memungut dan menyetorkan PPN yang terutang dengan besaran tertentu. kbc10

Bagikan artikel ini: