Ikuti misi dagang ke Kalsel, Kadin Jatim bukukan transaksi Rp52 miliar

Kamis, 14 April 2022 | 09:24 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur berkomitmen membuka peluang pasar bagi pengusaha Jatim, baik pasar nasional ataupun pasar global. Kali ini, Kadin Jatim mengikuti misi dagang dan investasi yang digelar oleh Pemerintah provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, Rabu (13/4/2022).

Dalam kesempatan tersebut, Kadin Jatim membawa sekitar 12 orang pengusaha yang bergerak di berbagai bidang untuk melakukan pertemuan business to business dengan pengusaha asal Kalimantan Selatan.

"Dari pertemuan tersebut, terjadi kesepakatan dagang antara kedua belah pihak dengan total nilai transaksi sebesar Rp 52 miliar," tegas Ketua Umum Kadin Jatim Adik Dwi Putranto melalui sambungan telepon dari Surabaya, Rabu (13/4/2022).

Ada 7 komoditas yang berhasil dikerjasamakan, diantaranya adalah komoditas arang kayu halaban dengan nilai transaksi sebesar Rp 21,6 miliar, komoditas Fillet Dori, Patin, Kepiting Soka dan lainnya sebesar Rp 10,2 miliar, bebek potong dan sayur mayur Rp 10,8 miliar, mukenah bordir Rp 3,8 miliar, kornet sapi dan makanan kemasan sebesar Rp 500 juta dan jamu kekinian sebesar Rp 320 juta.

Menurut penjelasannya, arang kayu halaban adalah jenis arang kayu yang cukup diminati oleh pasar Eropa karena tingkat kepanasannya jauh lebih tinggi dibanding jenis kayu biasa. Arang tersebut biasanya digunakan untuk perapian, utamanya di saat musim dingin. Oleh karena itu, permintaan cukup besar, mencapai 15 kontainer per bulan.

"Arang kayu halaban ini adalah komoditas potensial  untuk diekspor ke Eropa. Pengusaha Jatim membelinya di sini karena di Kalsel masih sangat banyak, tetapi kayu ini kan termasuk kayu hutan, sehingga pasokan terbatas. Untuk itu, kami juga berkomitmen membantu pembibitannya agar ada peremajaan sehingga kayu tidak cepat habis," ungkap Adik.

Selain pembibitan kayu halaban, pengusaha Jatim juga mendatangkan tungku perapian yang digunakan untuk pembakaran dalam proses pembuatan kayu arang. Dengan menggunakan teknologi pembakaran ini, maka tingkat kekeringan bisa ditentukan sesuai keinginan buyer. "Dan kerjasama ini akan berjalan terus sepanjang permintaan dari Eropa terus berjalan," tandasnya.

Selain melakukan misi dagang, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) antara Kadin Jatim dengan Kadin Kalimantan Selatan dalam bidang pengembangan perdagangan antar provinsi serta penyelenggaraan program pendidikan, pelatihan, dan pengembangan Sumber Daya Mansuia (SDM).

Adik menegaskan, kegiatan Misi Dagang ke Kalimantan Selatan ini adalah kegiatan ke empat yang digelar pemprov Jatim bersama Kadin Jatim di tahun 2022. Sebelumnya, misi dagang juga dilakukan ke Gorontalo, Palu, Jambi dan Palembang.

"Setelah Lebaran akan dilaksanakan misi dagang ke Bangka Belitung. Target per bulan sekali diadakan sehingga dalam satu tahun ada sekitar 12 kali misi dagang yang dilaksanakan. Dan harapan kami kegiatan ini bisa menjadi kesempatan bagi pengusaha, khususnya UMKM yang akan memasarkan produk ke luar pulau. Karena pasar sangat terbuka lebar. Untuk pengusaha Jatim yang akan ke provinsi lain ataupun pengusaha luar Jatim yang akan masuk Jatim, pasar masih terbuka lebar," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: