Layani mudik Lebaran, maskapai ajukan 928 penerbangan tambahan

Sabtu, 16 April 2022 | 09:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Operator pesawat mulai mengajukan extra flight atau tambahan penerbangan untuk periode mudik Lebaran 1443 Hijriah. AirNav Indonesia mencatat total pengajuan slot extra flight mencapai 928 penerbangan.

"Penambahan penerbangan di 13 bandara selama periode angkutan Lebaran 2022," ujar Direktur Utama AirNav, Polana Banguningsih Pramesti seperti dikutip, Jumat (15/4/2022).

Dari total pengajuan penambahan trafik tersebut, pergerakan tertinggi diperkirakan terjadi di kantor pelayanan navigasi Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sebanyak 423 extra flight tercatat terpusat di bandara yang berlokasi di Cengkareng tersebut.

Polana mengatakan, penambahan jumlah penerbangan ini merupakan dampak dari meningkatnya minat masyarakat untuk bepergian setelah pemerintah mengizinkan kegiatan mudik. Sepanjang dua tahun terakhir, pemerintah membatasi aktivitas mudik lantaran pandemi Covid-19.

"Jumlah penerbangan memang sudah berangsur normal dalam kurun waktu sepanjang 2022 berjalan," ucap Polana.

AirNav memprediksi, pada periode mudik 25 April sampai 11 Mei mendatang, akan terjadi kenaikan signifikan jumlah penerbangan ketimbang 2021, yakni mencapai 239 persen. Adapun bila dibandingkan dengan rata-rata penerbangan selama Maret 2022, kenaikan jumlah penerbangan mencapai 5 persen.

Tingginya jumlah penerbangan selama mudik dikonfirmasi oleh manajemen maskapai Sriwijaya Air. Sriwijaya Air Group mencatat penjualan tiket pesawat untuk layanan niaga berjadwal mengalami peningkatan hingga 30 persen.

Direktur Niaga Sriwijaya Air Group Henoch Rudi Iwanudin mengatakan, lonjakan permintaan pemesanan tiket terjadi di hampir semua rute penerbangan. Khususnya, rute-rute tujuan destinasi wisata.

Sriwijaya Air kemudian menaikkan harga jual tiket pesawat hingga 20 persen selama permintaan tiket meningkat. Dengan alasan peak season atau masa ramai kunjungan, maskapai memaksimakan harga tiket pesawat di level tarif batas atas (TBA) sesuai aturan yang berlaku.

"Kami akan maksimalkan harga jual guna menjaga revenue perusahaan, namun tetap terjaga dalam aturan TBA yang berlaku," ujar Rudi.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra mengatakan perseroan juga telah menambah frekuensi penerbangan untuk mengangkut masyarakat mudik ke kampung halaman. Puncak pemesanan tiket terjadi sejak 19 April.

"Meski demikian, frekuensinya belum mendekati masa normal prapandemi. Kalau nanti mendekati kita tambah (armada) lagi," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: