Jelang Lebaran, Komite BPH Migas pastikan keamanan pasokan gas bumi di Jatim

Kamis, 28 April 2022 | 22:25 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas atau BPH Migas melakukan pemantauan ke sejumlah infrastruktur gas bumi di wilayah Sales Operation Regional III (SOR III) PT PGN Tbk Wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara. Beberapa Kabupaten dan Kota yang menjadi wilayah tinjauan di area SOR III PGN meliputi Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Semarang, Bojonegoro, Mojokerto, Gresik, Blora, Probolinggo, Magelang dan sekitarnya.

Saat ini, penyaluran gas bumi PGN di wilayah SOR III dilakukan untuk melayani kebutuhan 151.027 pelanggan dengan total volume 126 BBTUD. Adapun sebagian besar pelanggan PGN merupakan pelanggan Rumah Tangga sebanyak 150.450 pelanggan; 576 merupakan segmen Komersial dan Industri serta terdapat 1 SPBG.

Di Surabaya, rombongan yang dipimpin oleh Anggota Komite BPH Migas Wahyudi Anas dan Abdul Halim melakukan kunjungan ke Kantor MCS Ngagel, SPBG Ngagel, Rusun Jargas Penjaringan dan terakhir ke Kampung Kue. Pemantauan dilakukan guna memastikan keamanan pasokan gas bumi untuk masyarakat selama Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1443 H.

Wahyudi mengungkapkan bahwa BPH Migas hadir di Pertamina Gas Negara SOR III dalam rangka memastikan suplai penyaluran gas, khususnya untuk jargas rumah tangga maupun pelanggan kecil serta BBG terjamin pada Ramadhan dan Idul Fitri 2022. Kegiatan ini sebagai upaya agar pelayanan penggunaan gas kepada masyarakat terjamin, lancar dan tidak ada gangguan sedikitpun.

"Kunjungan difokuskan langsung dengan sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan gas bumi di kelompok masyarakat. Kita tinjau dari sisi hulu, kebutuhan gas selama Libur Lebaran (RAFI 2022), masih dapat terpenuhi dan ada beberapa industri yang libur lebaran sehingga alokasi untuk pelanggan kecil, rumah tangga dan BBG semua terjamin aman dan tidak ada pengurangan," ujar Wahyudi usai mengunjungi Control Room di MCS Ngagel Surabaya, Kamis (28/4/2022).

Dari pantauan yang dilakukan, dia memastikan bahwa pasokan gas rumah tangga tercukupi, walaupun saat ini kondisi suplai gas untuk wilayah Jatim terjadi shortage. Sebagai solusinya, PGN memberlakukan kuota untuk industri sebab disaat hari raya konsumsi gas industri terjadi penurunan.

"Operasional di Jawa Timur untuk sektor jargas, pelanggan kecil dan BBG menjadi prioritas. Dikarenakan sector tersebut bersentuhan langsung dengan masyarakat. Tekanan operasi pada jaringan pipa yang dibutuhkan cukup rendah, sehingga dipastikan kondisi ini semua akan terjamin. Intinya pelanggan harga rumah tangga dan pelanggan kecil serta BBG menjadi prioritas," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, BPH Migas juga mengapresiasi langkah PGN dalam melakukan upaya pengamanan pasokan gas untuk pelanggan rumah tangga dan pelanggan kecil. Dalam hal ini, PGN telah miliki teknologi yang bisa mendeteksi secara real time berapa pasokan yang tersedia dan disalurkan ke pelanggan yang mana.

"Sebagai guarantee keamanan suplai gas terhadap pelanggan rumah tangga, PGN telah menggunakan teknologi sehingga ketika pasokan berkurang sekian bar, maka pasokan industri akan dikurangi dan akan langsung dialihkan ke sektor rumah tangga secara otomatis. Selain itu juga disiapkan tim yang bekerja 24 jam untuk melakukan pengawasan agar pasokan aman dan tidak terjadi keterlambatan suplai," imbuh Komite BPH Migas, Abdul Halim.

Pada acara yang sama, General Manager SOR 3 PGN Edi Armawiria menjelaskan bahwa kebutuhan gas pelanggan industri dalam periode sekitar H-7 lebaran memang cenderung menurun, namun demikian PGN tetap menjaga stabilitas dan reliability penyaluran gas sehingga seluruh pelanggan tetap dapat terpenuhi kebutuhan gasnya.

Selama Periode Low Demand Lebaran, PGN terus berupa menjaga kehandalan baik dengan melakukan optimasi pola operasi di jaringan distribusi dan transmisi maupun upaya perkuatan infrastruktur salah satunya adalah membangunan pipa jumperline Tambak Lorok - Tambak Rejo, hal ini membawa dampak positip dimana pasokan dan pasar Jawa Timur - Jawa Tengah dapat diintegrasikan. "Kami memastikan bahwa kegiatan operasional gas bumi berjalan aman selama libur idul fitri dan pelanggan dapat terlayani dengan baik," ujar Edi.

Satgas RAFI 2022 bertugas melakukan monitoring dan pengendalian tekanan jaringan transmisi maupun distribusi, patroli jaringan dan infrastruktur secara periodik. Secara keseluruhan, Posko Satgas RAFI Subholding Gas 2022 bekerja 24 jam tersebar di 23 titik di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, dan Sorong

"Tim Satgas RAFI melakukan collect reporting yang secara reguler dilaporkan ke Holding Pertamina sebanyak dua kali sehari untuk memudahkan Holding mendapatkan data. Begitu ke BPH Migas, KESDM, dan stakeholder pemerintah lainnya," jelas Edi.kbc6

Bagikan artikel ini: