Laba bersih Astra di kuartal I naik 84 persen, ini pendorongnya

Jum'at, 29 April 2022 | 09:45 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Emiten konglomerasi Astra, PT Astra International Tbk. (ASII) mencetak pertumbuhan kinerja pendapatan signifikan sepanjang kuartal I/2022.

Presiden Direktur Astra International, Djony Bunarto Tjondro menyebutkan, pendapatan bersih konsolidasian Grup pada kuartal pertama tahun 2022 sebesar Rp71,9 triliun, meningkat 39 persen dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2021.

Sementara itu, laba bersih ASII meningkat 84 persen menjadi Rp6,9 triliun, mencerminkan kinerja yang lebih baik dari semua bisnis grup, khususnya divisi alat berat dan pertambangan, otomotif, jasa keuangan, serta agribisnis.

Laba bersih grup pada kuartal pertama tahun 2022 lebih tinggi dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2021.

Secara rinci, sektor alat berat, pertambangan, konstruksi, dan energi menjadi kontributor terbesar dengan laba bersih yang diatribusikan ke ASII sebanyak Rp2,58 triliun.

PT United Tractors Tbk (UNTR), yang 59,5 persen sahamnya dimiliki Perseroan, melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 131 persen menjadi Rp4,3 triliun. Penjualan alat berat Komatsu tercatat meningkat 146 persen menjadi 1.694 unit.

"Hal ini juga dibarengi dengan pendapatan dari suku cadang dan jasa pemeliharaan yang juga meningkat," demikian kutipan keterangan resmi tersebut.

Selanjutnya, bisnis kontraktor penambangan, PT Pamapersada Nusantara (PAMA), mencatat peningkatan volume pengupasan lapisan tanah (overburden removal) sebesar 9 persen menjadi 207 juta bank cubic metres, sementara produksi batu bara mengalami penurunan sebesar 12 persen menjadi 24 juta ton.

Anak perusahaan UNTR di bidang pertambangan melaporkan penurunan penjualan batu bara sebesar 21 persen menjadi 2,9 juta ton, termasuk penjualan 611.000 ton metallurgical coal. Namun, harga jual yang tinggi lebih dari cukup mengimbangi dampak penurunan volume.

PT Agincourt Resources, anak perusahaan yang 95 persen sahamnya dimiliki UNTR, melaporkan penurunan penjualan emas sebesar 22 persen menjadi 74.000 ons.

Sementara itu, perusahaan kontraktor umum yang 82,2 persen sahamnya dimiliki UNTR, PT Acset Indonusa Tbk (ACSET), melaporkan penurunan rugi bersih sebesar Rp25 miliar dari sebelumnya Rp80 miliar.

Hal ini seiring dengan keterlambatan penyelesaian beberapa proyek yang sedang berjalan dan berkurangnya peluang pekerjaan proyek konstruksi selama masa pandemi.

Sektor bisnis yang menyumbang laba bersih terbesar kedua adalah otomotif sebesar Rp2,23 triliun, atau naik 56 persen dari catatan kuartal pertama tahun 2020 sebanyak Rp1,43 triliun.

Penjualan mobil Astra meningkat 44 persen menjadi 142.000 unit dengan pangsa pasar meningkat dari 53 persen menjadi 54 persen. Selama kuartal I ini, telah diluncurkan 17 model baru dan 5 model revamped.

"Penjualan Astra atas sepeda motor Honda menurun 6 persen menjadi 952.000 unit, yang disebabkan oleh masalah pasokan semikonduktor. Hal ini juga diikuti dengan penurunan pangsa pasar," jelasnya.

Sementara itu, bisnis komponen otomotif ASII, yakni PT Astra Otoparts Tbk (AOP), mencatatkan peningkatan laba bersih sebesar 37 persen menjadi Rp225 miliar pada kuartal pertama tahun 2022, terutama disebabkan oleh kenaikan pendapatan dari segmen pabrikan, pasar suku cadang pengganti dan ekspor.

Selanjutnya, segmen bisnis jasa keuangan juga mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 50 persen dari Rp985 miliar pada kuartal pertama tahun 2020 menjadi Rp1,47 triliun pada periode yang sama tahun ini. Nilai pembiayaan baru pada bisnis pembiayaan konsumen grup meningkat 28 persen menjadi Rp24,7 triliun.

Kontribusi laba bersih dari perusahaan yang fokus pada pembiayaan mobil meningkat 55 persen menjadi Rp385 miliar. Kontribusi laba bersih dari bisnis Grup yang fokus pada pembiayaan sepeda motor, PT Federal International Finance (FIF), meningkat 84 persen menjadi Rp755 miliar.

Total pembiayaan baru yang disalurkan oleh perusahaan Grup yang fokus pada pembiayaan alat berat meningkat sebesar 141 persen menjadi Rp3,3 triliun. Kontribusi laba bersih dari segmen ini meningkat 54 persen menjadi Rp20 miliar.

PT Asuransi Astra Buana (Asuransi Astra), perusahaan asuransi umum ASII, mencatat peningkatan laba bersih sebesar 9 persen menjadi Rp341 miliar, terutama disebabkan pendapatan underwriting dan hasil investasi yang lebih tinggi.

Sementara itu, perusahaan asuransi jiwa ASII, PT Asuransi Jiwa Astra (Astra Life), mencatatkan penurunan premi bruto (gross written premium) sebesar 15 persen menjadi Rp1,3 triliun.

Segmen agribisnis ASII, yakni melalui PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) menyumbangkan laba bersih ke Grup Astra sebesar Rp385 miliar, atau naik 198 persen dari catatan kuartal pertama tahun lalu sebesar Rp129 miliar.

Adapun, sektor infrastruktur dan logistik, teknologi informasi, serta properti masing-masing mencatatkan laba bersih sebesar Rp118 miliar, Rp12 miliar, dan Rp53 miliar.

Ke depannya, Djony mengatakan, ASII akan terus menghadapi ketidakpastian dari pandemi virus corona dan tantangan eksternal lainnya. Meski demikian, pihaknya akan terus berupaya untuk mencatatkan pertumbuhan yang berkelanjutan.

"Didukung oleh posisi keuangannya yang kuat, Grup berada pada posisi yang tepat untuk mencari peluang bisnis baru guna mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: