Jokowi larang ekspor minyak goreng, begini respons AS

Jum'at, 29 April 2022 | 14:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Amerika Serikat (AS) ikut bersuara soal keputusan Jokowi melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng. Melalui Juru Bicara Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Indonesia Michael Quinlan, Negeri Paman Sam itu mengatakan, negara di dunia termasuk mereka bergantung terhadap minyak kelapa sawit dari Indonesia.

Dan karena itu, pihaknya meminta Indonesia untuk menerapkan kebijakan yang bisa diprediksi dan transparan di bidang perdagangan.

"Kami meminta Pemerintah Indonesia untuk terus menerapkan kebijakan yang dapat memastikan lingkungan perdagangan yang transparan, stabil, dan dapat diprediksi," kata Quinlan seperti dikutip, Rabu (26/4/2022).

Permintaan, kata Quinlan, disampaikan karena saat ini pasar global saat ini sedang mengalami ketidakpastian akibat meningkatnya eskalasi geopolitik antara Rusia dan Ukraina. Ketidakpastian itu telah membuat harga pangan hingga harga energi dunia melonjak.

"Iklim perdagangan dan investasi yang dapat diprediksi menjadi sangat penting saat ini dibanding sebelumnya, mengingat volatilitas rantai pasokan global dan ancaman inflasi pangan global," terangnya.

Sementara itu Kedutaan Besar Rusia untuk Indonesia justru enggan berkomentar banyak soal kebijakan melarang ekspor minyak goreng tersebut. Atase Pers Kedutaan Besar Rusia Denis Trtyushin mengatakan kebijakan itu telah melalui perhitungan atas dampaknya.

"Terlalu dini untuk berkomentar karena kita harus menghitung semuanya terlebih dahulu," kata Tetyushin.

Seperti diketahui, Jokowi melarang ekspor bahan baku minyak goreng dan minyak goreng mulai Kamis (28/4/2022). Langkah itu dilakukan demi mengatasi lonjakan harga minyak goreng di dalam negeri yang beberapa bulan belakangan belum teratasi. kbc10

Bagikan artikel ini: