Laba Ciputra Development melonjak 72,83% di kuartal I, ini penopangnya

Selasa, 17 Mei 2022 | 07:11 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Emiten properti, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang kuartal I/2022. Pendapatan dan laba bersih perseroan di tiga bulan pertama tahun ini kompak bertumbuh dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Mengutip laporan keuangannya di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), dikutip Senin (16/5/2022), pendapatan CTRA hingga kuartal pertama sebesar Rp 2,23 triliun atau tumbuh 20,75% dari periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp 1,85 triliun.

Perolehan tersebut ditopang oleh penjualan kavling, rumah hunian dan ruko senilai Rp 1,504 triliun, naik 63,3% dibandingkan kuartal I 2021 sebesar Rp 921,62 miliar.

Ciputra Development mencatat beban pokok penjualan dan beban langsung bertambah 24,09% menjadi Rp 1,14 triliun jika dibandingkan kuartal I 2021 sebesar Rp 920,93 miliar. Dengan demikian, laba kotor Ciputra Development tercatat Rp 1,09 triliun pada kuartal I 2022. Laba kotor tersebut bertambah 17,37%  dari periode sama tahun sebelumnya Rp 928,80 miliar.

Perseroan mencatat kenaikan beban antara lain beban umum dan administrasi naik menjadi Rp 282,14 miliar pada kuartal I 2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 249,23 miliar.

Beban penjualan naik menjadi Rp 86,59 miliar pada kuartal I/2022 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 64,42 miliar. Beban lain-lain naik menjadi Rp 5,47 miliar pada kuartal I/2022 dari kuartal I 2021 Rp 2,92 miliar.

Selain itu, laba bersih CTRA juga ikut bertumbuh. Ciputra Development berhasil mencetak laba bersih Rp 420,74 miliar atau naik 72,83% dibandingkan periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp 243,37 miliar.

Hanya saja, Ciputra Development sejauh ini belum memasang target pendapatan untuk tahun 2022.

Direktur PT Ciputra Development Tbk Harun Hajadi menjelaskan, sejauh ini masih sulit untuk menimbang proyeksi revenue (pendapatan). Harun bilang, informasi mengenai proyeksi revenue CTRA rencananya akan disampaikan pada pertengahan tahun.

"Setelah pertengahan tahun baru nanti akan disampaikan proyeksi revenue. Kadang-kadang yang dibukukan bisa banyak di kuartal tertentu tergantung dari syarat pembukuan yang ada di perusahaan yaitu sudah dibayar konsumen lunas dan bangunan sudah terdeliver ke konsumen," ungkapnya seperti dikutip, Senin (16/5/2022). kbc10

Bagikan artikel ini: