Tetap waspada! Lonjakan inflasi mengintai usai penggunaan masker diperlonggar

Rabu, 18 Mei 2022 | 10:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo secara resmi telah mengizinkan masyarakat untuk tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan atau tempat terbuka. Namun di sisi lain pelonggaran ini dikhawatirkan bakal berdampak pada kenaikan inflasi.

Direktur Center of Economics and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira mengatakan, kebijakan serupa juga telah dilakukan di Uni Eropa.

"Baru-baru ini Uni Eropa juga tidak mewajibkan masker di bandara dan di dalam pesawat," kata Bhima seperti dikutip, Rabu (18/5/2022).

Di Uni Eropa, kebijakan pelonggaran penggunaan masker disambut positif masyarakat setempat. Walhasil, pemesanan tiket penerbangan meningkat tajam.

"Langkah ini langsung mendapat respons kenaikan tajam permintaan kursi penerbangan di Eropa," kata dia.

Bhima pun berharap, pemerintah mengeluarkan kebijakan lanjutan jika dirasa penyebaran virus semakin terkendali.

"Harapannya pemerintah Indonesia juga segera melonggarkan aturan di transportasi umum, apabila indikator pandemi covid-nya membaik," kata dia.

Di sisi lain, Bhima mengingatkan adanya pelonggaran kebijakan tersebut berpotensi meningkatkan inflasi yang lebih tinggi di semester kedua tahun ini. Sebab kelas menengah atas akan kembali melakukan konsumsi yang jauh lebih tinggi.

"Yang perlu diwaspadai adalah kenaikan inflasi karena kelas menengah atas mulai belanja sehingga dorongan inflasi di semester ke II jauh lebih tinggi," kata dia.

Untuk itu, pemerintah diminta untuk membuat strategi khusus melindungi masyarakat kelas bawah dari ancaman inflasi. Lebih lanjut dia menjelaskan, dari sisi produsen, mereka telah mengalami inflasi.

"Dari sisi produsen sebenarnya sudah terjadi inflasi 9 persen per kuartal I/2022," kata dia.

Sehingga saat ini para produsen tengah menantikan momentum yang tepat untuk menaikkan harga produk. Momen yang dimaksud yakni saat permintaan dari masyarakat kembali tinggi.

"Jadi mereka tunggu momen masyarakat belanja kemudian harga disesuaikan naik," pungkas dia. kbc10

Bagikan artikel ini: