Erick Thohir pastikan pemerintah belum berencana naikkan harga Pertalite

Kamis, 19 Mei 2022 | 06:27 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir memastikan, hingga saat ini belum ada rencana pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Saat ini Pertalite masih dibanderol Rp 7.650 per liter.

Sebelumnya, pemerintah sempat menggaungkan wacana kenaikan harga BBM jenis Pertalite seiring dengan melambungnya harga minyak mentah dunia.

"Pemerintah hingga hari ini belum ada rencana melakukan (kenaikan), belum ada kenaikan," ujar Erick di Jakarta, Rabu (18/5/2022).

Dia menjelaskan, dengan kondisi pangan dan energi yang bergejolak saat ini, pemerintah tidak mungkin hanya diam. Menurutnya, pemerintah selalu hadir untuk masyarakat dengan berbagai mekanisme, salah satunya subsidi energi.

Pemerintah telah menetapkan Pertalite menjadi jenis BBM khusus penugasan (JBKP), yang artinya produksi dan penyaluran menjadi diawasi, serta dapat disubsidi melalui pemberian kompensasi ke Pertamina.

Kendati demikian, stabilitas tetap harus dijaga di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global. Oleh sebab itu, pemerintah telah mengizinkan kenaikan harga BBM non-subsidi, termasuk Pertamax menjadi Rp 12.500 per liter.

"Tentu pemerintah mengambil posisi, yang mampu tidak boleh disubsidi. Makanya Pertamax harganya dinaikan," kata dia.

"Itu pun harga Pertamax, harganya di bawah harga pasar, yang lainnya ada yang Rp 16.000 per liter, tapi ini Rp 12.500 per liter. Jadi di situ sudah ada komponen subsidi," lanjut Erick.

Dia mengatakan, di tengah ketidakpastian ekonomi, pemerintah perlu menjaga keuangan negara (APBN) tetap sehat.

Erick pun bersyukur kinerja ekspor RI pada April 2022 mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah yakni sebesar 27,37 miliar dollar AS.

Menurutnya, capaian kinerja perdagangan Indonesia itu berperan menjaga keuangan negara untuk tetap bisa melakukan subsidi pada sejumlah komoditas.

"Jadi ini negara kaya yang sangat pro rakyat, tapi kita harus jaga," kata dia.

Sebelumnya, sinyal kenaikan harga Pertalite diungkapkan oleh Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR, Rabu (13/4/2022) lalu.

Penyesuaian harga dilakukan sebagai langkah jangka menengah-panjang dalam menghadapi harga minyak dunia yang mencapai 100 dollar AS per barrel.

Adapun saat ini kuota Pertalite telah ditambah pemerintah sebesar 5,4 juta kiloliter (KL) menjadi sebanyak 28,50 juta KL, dari semula ditetapkan 28,05 juta KL. kbc10

Bagikan artikel ini: