Sri Mulyani ingatkan potensi stagflasi hantui ekonomi RI

Sabtu, 21 Mei 2022 | 09:35 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai.dampak dari fenomena stagflasi alias kondisi ekonomi dengan tingkat inflasi tinggi yang memicu resesi. Fenomena ini mulai merebak di berbagai negara dan mengancam ekonomi Indonesia.

"Perubahan risiko global ini harus menjadi fokus perhatian dan harus kita kelola secara tepat langkah dan tepat waktu, hati-hati, dan efektif," ungkap Ani, sapaan akrabnya, di Rapat Paripurna DPR, Jumat (20/5/2022).

Ani menjelaskan, fenomena stagflasi merupakan kondisi ekonomi di mana tingkat inflasi naik tinggi, namun perekonomian justru melambat, bahkan menyentuh resesi. Saat ini, beberapa negara sudah mengalami kenaikan inflasi yang tinggi.

Menurut catatannya, inflasi India sudah naik 7,8 persen, Amerika Serikat 8,3 persen, Inggris 9 persen, Brasil 12,1 persen, Argentina 58 persen, dan Turki 70 persen. Indonesia pun meningkat inflasinya ke 3,5 persen, namun masih lebih rendah dari negara-negara tersebut.

  

"Tekanan inflasi Indonesia tidak setinggi negara-negara tersebut karena kenaikan harga energi global diredam oleh APBN yang konsekuensinya menyebabkan kebutuhan belanja subsidi energi dan kompensasi meningkat tajam," jelasnya.

Lebih lanjut, tingkat inflasi yang tinggi bisa membuat masyarakat jadi berhemat dan mengurangi konsumsi mereka. Hal ini berpotensi menggerus pertumbuhan ekonomi hingga ke jurang resesi.

"Jika tidak terkelola, risiko global ini akan menggiring kepada kondisi stagflasi, yaitu fenomena inflasi tinggi dan terjadinya resesi seperti yang pernah terjadi di Amerika Serikat pada periode awal 1980-an dan 1990-an," terangnya.

"Kondisi stagflasi akan memberikan imbas negatif luar biasa ke seluruh dunia terutama terhadap negara-negara berkembang dan emerging market," lanjutnya.

Untuk itu, menurutnya, Indonesia perlu mewaspadai fenomena staglasi ke depan. Pemerintah pun mempertimbangkan kondisi ini dalam penyusunan asumsi makro dan fiskal APBN 2023. kbc10

Bagikan artikel ini: