Subsidi energi membengkak, proyek infrastruktur jadi tumbal?

Senin, 23 Mei 2022 | 09:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengupayakan untuk menahan harga bahan bakar minyak (BBM) agar varian Pertalite tidak ikut naik harga.

Jokowi menegaskan bahwa pihaknya menahan agar harga Pertalite tetap di angka Rp7.650 per liter, meskipun harga minyak global meninggi. Kendati demikian, dia pun mengingatkan agar kesehatan dan ketahanan fiskal APBN harus dipertahankan.

"Subsidi dari APBN itu gede sekali. Masalahnya adalah tahan kita sampai kapan, kalau perangnya (Rusia-Ukraina) gak rampung-rampung," ujar Jokowi, seperti dikutip, Minggu (22/5/2022).

Menanggapi hal ini, ekonom sekaligus Direktur CELIOS Bhima Yudhistira mengatakan bahwa pelebaran subsidi untuk Pertalite sebenarnya bukan hanya disebabkan karena acuan minyak mentah naik, tetapi juga akibat migrasi dari pengguna Pertamax ke Pertalite akibat kenaikan harga Pertamax.

"Kesiapan APBN bisa dilihat dari alokasi subsidi energi yang idealnya ditambah menjadi Rp250 triliun," ujar Bhima.

Dia mengatakan, pemerintah masih bisa melakukan realokasi anggaran untuk menambal selisih harga keekonomian dan subsidi Pertalite.

"Problemnya adalah apakah pemerintah mau korbankan beberapa proyek yang masih direncanakan? Karena penghematan dari anggaran infrastruktur lebih urgent sebagai strategi mengendalikan inflasi energi," tandasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: