Pengguna marketplace semakin tinggi, belanja online diminati

Senin, 23 Mei 2022 | 20:23 WIB ET

KEMAJUAN teknologi saat ini telah mempengaruhi pergeseran karakter masyarakat Indonesia dalam berbelanja. Dengan canggihnya smartphone dan banyaknya pengembang program marketplace, maka kini masyarakat Indonesia untuk berbelanja online semakin tinggi.

Marketplace adalah sebuah platform jual beli secara online yang dapat membantu para pendagang untuk memasarkan produknya sehingga konsumen dapat dengan mudah memilih dan membeli barang tersebut, hanya melalui smartphone.

Munculnya beragam marketplace sekarang ini tentu memberikan banyak pilihan untuk konsumen. Bahkan tak sedikit setiap marketplace bersaing dengan memberikan potongan atau diskon kepada konsumennya.

Beberapa marketplace terkenal di Indonesia terus membangun inovasi baru dengan memberikan fitur-fitur menarik untuk meningkatkan jumlah pengunjung yang mengunduh playstore.

Marketplace ternama di Indonesia bahkan berhasil meningkatkan jumlah pengunjung berdasarkan data Playstore. Begitu juga dengan ecommerce yang ada di Indonesia. Lantas apa sih bedanya marketplace dengan ecommerce.

Jika sebelumnya kamu sudah mengetahui pengertian marketplace, maka apa sih yang dimaksud dengan e-commerce adalah singkatan dari dua kata, yakni electronic dan commerce. Bila diartikan secara harfiah, artinya adalah perdagangan elektronik.

Maksudnya, segala bentuk perdagangan meliputi proses pemasaran barang sampai dengan distribusi yang dilakukan melalui jaringan elektronik atau online. Jadi disini bukan marketplace saja, tetapi penjualan tiket, penjualan jasa apa pun masuk dalam e-commerce.

Begitu banyaknya pengguna marketplace di Indonesia tentu membuka peluang bisnis untuk menciptakan inovasi baru atau aplikasi baru yang bisa membantu konsumen. Lantas seberapa besar sih pengguna marketplace di Indonesia?

Pengguna marketplace sangat besar di Indonesia. Bahkan pada playstore mencatatkan total pengguna yang mengunduh aplikasi android marketplace, hal tersebut belum terhitung dari pengguna laptop atau PC maupun dari Appstore.

Jumlah download marketplace di Indonesia

Berdasarkan data yang dikumpulkan maka jumlah download android untuk marketplace atau ecommerce di Indonesia selama kuartal pertama 2021 diduduki oleh Shopee yang mencapai 100 juta download. Kemudian posisi kedua ditempati oleh Lazada dan disusul oleh Tokpedia, Bukalapak, Blibli, dan JD.ID.

Pengguna aktif marketplace di Indonesia

Meski jumlah penguduh terbesar di pegang oleh Shopee tetapi untuk pengguna aktif berdasarkan data tahun 2021, dari beberapa marketplace terbesar tersebut malah diduduki oleh Tokopedia. Sehingga jangan heran jika data penjualan Tokopedia juga mengungguli marketplace yang lainnya.

Kemudian di urutan kedua diisi oleh Shopee, yang hampir menyusul Tokopedia. Lalu, ada Bukalapak, Lazada, Blibli, dan JD.ID.

1. Tokopedia

Tokopedia merupakan marketplace yang memberikan banyak fitur yang memudahkan penggunanya dalam segala aspek seperti Power Merchant PRO, Tokopedia Official Store, dan lainnya. Banyaknya fitur yang memudahkan bagi penggunanya maka Tokopedia berhasil mencatat total pengunduh aplikasi mencapai 50 juta.

Dengan 50 juta lebih total unduhan dan kapasitas aplikasi 31MB, Tokopedia seller login atau pengguna aktifnya mencapai 135.1 juta di tahun 2021, lho. Rating rata-rata sebesar 4.64. Bisa kebayang kan, seberapa banyaknya yang percaya dengan Tokopedia?

2. Shopee

Dari data tahun 2021 lalu, maka pengguna Shopee di Indonesia yang aktif mencapai 127,4 juta. Walaupun aplikasi ini menyita ruangan hingga 98,57 MB, tetapi total orang yang mendownload aplikasi ini mencapai 100 juta lebih sejak berdiri tahun 2015 silam.

Update terakhir aplikasi yaitu pada 28 Juni, 2021, dengan versi terbaru 2.72.16. Hal ini pun terbukti dari rating yang diberikan pengguna, rata-rata mencapai 4.56.

3. Lazada

Sementara itu, pada urutan ketiga di tempati oleh Lazada. Berdasarkan data yang sama, maka marketplace yang berdiri sejak tahun 2013 lalu ini telah mencatatkan data sebanyak 100 juta lebih penguna yang mendownload.

Berdasarkan hasil riset, dengan file size 71mb dan versi terbaru 6.76.0, Lazada memiliki pengguna aktif sebesar 30.5 juta di tahun 2021. Rating Lazada mencapai 4.4, dengan latest update versi aplikasinya yaitu pada 26 Juni, 2021.

4. Bukalapak

Posisi selanjutnya diisi oleh marketplace Bukalapak. Aplikasi yang rilis pada 7 Februari 2014 tersebut telah mencatatkan di unduh 50 juta kali. Dengan penilaian yang cukup memuaskan dari penggunanya dengan rating 4,68.

Sedangkan pengguna aktif aplikasi Bukalapak mencapai 34.2 di tahun 2021. Bukalapak baru update versi aplikasi terbaru 4.90.2 pada 29 Juni, 2021. Kapasitas file tidak besar, kok, hanya 27MB.

5. Blibli

Walaupun muncul dengan rentang yang tidak jauh dengan para kompetitornya, aplikasi yang muncul pada Desember 2013 tersebut telah diunduh oleh pengguna sebanyak 10 juta kali. Dengan mengambil kapasitas ruang 35 mb, aplikasi tergolong kecil dan ringan.

Aplikasi Blibli baru diperbarui pada tanggal 29 Juni, 2021, dengan versi terbaru 7.8.8. Angka tersebut pun sebanding dengan rating, yaitu 4.6. Tandanya, pengguna Blibli merasa percaya dengan aplikasi Blibli, bahkan pengguna aktifnya di tahun 2021 mencapai 19.6 juta.

6. JD.ID

Hampir semua marketplace di rilis direntang tahun 2013 hingga 2015. Begitu juga dengan JD.ID yang muncul di Playstore sejak 25 Oktober 2015, dan hingga kini telah mengatongi data aplikasi ini teruduh sebanyak 10 juta kali.

Meski menggunakan file yang cukup besar yaitu 81 mb, tapi tak menutup kemungkinan bahwa pengguna aktif di JD.ID mencapai 4.1 juta di tahun 2021. Rating JD.ID berdasarkan Playstore tercatat sebesar 4.37.

JD.ID juga baru memperbarui versi aplikasinya pada 28 Juni, 2021, dengan versi terbaru yaitu 6.4.2.

7. Bhinneka

Marketplace selanjutnya ditempati oleh Bhineka, meski tergolong yang paling lama dalam jual beli online. Bhineka dimulai sejak tahun 1999 dimana pada awalnya merupakan toko online yang menjual khusus barang-barang elektronik.

Tetapi seiring waktu, Bhineka terus mengembangkan diri dengan mengembangkan bisnis dengan menyediakan berbagai merchant dengan banyak kategori.

Bhinneka tidak hanya berbisnis dengan melayani kebutuhan konsumen (B2B), namun juga kebutuhan sesama pebisnis (B2B) dan bekerja sama dengan pemerintah (B2G). Bhinneka juga melebarkan sayapnya dengan mengembangkan berbagai sektor bisnis yang dapat membantu pebisnis dalam mengembangkan bisnisnya.

8. Orami

Aplikasi atau marketplace yang satu ini memang terdengar asing. Hal tersebut wajar saja, karea platform ini tidak seperti marketplace lainnya yang banyak menjual berbagai produk dengan banyak kategori. Orami mengkhususkan segmentasi bisnisnya pada orangtua dan ibu hamil, Orami juga menerapkan model bisnis inventori.

Dalam model bisnis marketplace orami, mereka mengambil barang dari brand kemudian menjualnya pada customer. Barang-barang yang dijual di sini pun seputar parenting, seperti perlengkapan bayi, perlengkapan ibu hamil dan menyusui, mainan anak, dan sebagainya.

9. Ralali

Posisi selanjutnya ada marketplace Ralali dengan 5,1 juta pengunjung. Ralali juga mendukung seller di platformnya dengan menyediakan berbagai fitur dan layanan untuk mendukung bisnis seperti permintaan harga, bantuan permodalan, layanan logistik, penghubung brand & distributor, dan sebagainya.

Ralali juga siap menyasar buyer dan pengguna muda dengan Star Fox family yang bekerjasama dengan HYBE untuk menggaet pasar kpopers muda di Indonesia. Dengan usianya yang masih muda, ralali juga berusaha untuk memanjakan usernya dengan berbagai program.

Itulah beberapa data pengguna marketplace di Indonesia yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, sehingga wajar saja jika terjadi pergeseran pola belanja di Indonesia.

Bagikan artikel ini: