Bukan RI, Tesla suntik investasi Rp1,2 triliun di Thailand

Senin, 30 Mei 2022 | 08:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pabrikan mobil listrik Tesla dikabarkan memilih Thailand untuk berinvestasi karena industri otomotif di sana sudah terkenal.

Selain itu, Thailand juga merupakan penghasil sparepart yang handal untuk produk otomotif.

Hal itu diungkapkan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudistira, Minggu (29/5/2022).

"Di luar masalah pengalaman panjang di bidang otomotif, Thailand relatif unggul dalam hal standar enviromental, social dan governance (ESG)," jelas Bhima.

Bhima menambahkan, beberapa pertimbangan seperti kebijakan di bidang lingkungan hidup dan ketenagakerjaan menjadi prasyarat bagi Tesla sebelum berinvestasi.

"Perbaikan terhadap skor ESG seperti merevisi UU Cipta Kerja yang dinilai kontra terhadap keberlanjutan lingkungan hidup dan tenaga kerja wajib dilakukan," ungkapnya.

Dia juga memprediksi bahwa kemungkinan besar setelah perakitan mobil listrik dan baterai di India dan Thailand, Tesla akan lebih tertarik berinvestasi dalam sektor ESS (Energy Storage System), semacam power bank untuk penyimpanan energi di Indonesia.

"Pemerintah sebaiknya segera melakukan followup terhadap komitmen investasi Tesla, kejelasan proposal teknis, regulasi dan insentif yang dibutuhkan serta kawasan industri yang mendukung ekosistem industri," jelasnya.

Sebelumnya, dikutip dari thethaiger.com pada Minggu (29/5/2022), Tesla Company (Thailand) Ltd sudah teregistrasi sebagai perusahaan baru di Thailand.

Nilai investasi awal yang dikucurkan mencapai 3 juta baht atau sekitar Rp1,2 triliun.

Tujuan utama Tesla melakukan penetrasi ke pasar Thailand untuk menjual electric vehicles (EV) atau kendaraan listrik. kbc10

Bagikan artikel ini: