Refleksi peran pengusaha bangun bangsa, HIPMI dorong 10 Juni jadi Hari Kewirausahaan Nasional

Kamis, 9 Juni 2022 | 16:49 WIB ET
Sekjen BPP HIPMI Bagas Adhadirgha
Sekjen BPP HIPMI Bagas Adhadirgha

JAKARTA, kabarbisnis.com: Petisi hari lahir Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) pada 10 Juni dijadikan Hari Kewirausahaan Nasional ramai di media sosial, seperti akun Instagram @ibrahlaiman yang memperlihatkan 100 pendukung terhadap gagasan Hari Kewirausahaan Nasional tersebut.

Sebagaimana hari peringatan nasional lainnya seperti, Hari Guru, Hari Santri, Hari Konsumen Nasional dan masih banyak lagi, tentu masing-masing memiliki nilai untuk merefleksikan makna dan memberikan energi untuk kemajuan nusa dan bangsa.

Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI Bagas Adhadirgha menyampaikan, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke 50. Dalam momen tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan hadir untuk ikut merayakan organisasi para usahawan muda ini.

"Kami mengajak seluruh kader HIPMI di seluruh Indonesia untuk ikut bergabung di Jakarta dan merayakan ulang tahun organisasi ini. Kami mendorong 10 Juni jadi Hari Kewirausahaan Nasional sebagai refleksi peran wirausaha dalam membangun bangsa Indonesia," ujar Bagas, dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/6/2022).

Selain itu, BPP HIPMI di bawah kepemimpinan Mardani H. Maming mendorong Hari Kewirausahaan Nasional, yang dimana hal ini dapat dijadikan refleksi bersama besarnya kontribusi para wirausaha dalam pertumbuhan ekonomi bangsa.

"HIPMI sebagaimana organisasi usahawan yang banyak melahirkan tokoh-tokoh bangsa baik dalam bidang ekonomi maupun bidang lainnya, sehingga peran HIPMI cukup besar bagi bangsa dalam mewarnai setiap pertumbuhan ekonomi dan ikut serta dalam pengambilan kebijakan terkait ekonomi," ujar Bagas.

HIPMI lahir tanggal 10 Juni 1972, sehingga diharapkan 10 Juni dapat ditetapkan sebagai Hari Kewirausahaan Nasional dan menjadi barometer peningkatan jumlah wirausaha setiap tahunnya, sehingga dapat tercapai syarat untuk menjadi salah satu negara maju di dunia, yang harus memiliki jumlah pengusaha 13% - 14% sedangkan Indonesia hanya 3% - 4%.

"Tentunya ini gagasan penetapan Hari Kewirausahaan Nasional ini, sama dengan haru peringatan nasional lainnya, yang setiap hari tersebut memiliki nilai dan makna sebagai momen merefleksikan perjuangan atau untuk memberikan semangat bagi kemajuan bangsa kedepannya," tegas Bagas.

Momentum HUT HIPMI ke 50 merupakan kebangkitan HIPMI di era Ketua Umum BPP HIPMI Mardani H. Maming. Banyaknya kebangkitan pengusaha muda dan pemimpin muda di era HIPMI ini adalah prestasi yang wajib diapresiasi oleh seluruh pihak. Baik itu pemerintah, swasta maupun pihak yang berkepentingan untuk menumbuh kembangkan UMKM, atau pebisnis naik kelas.

"Rangkaian kegiatan HUT ini akan dibuka oleh Presiden Jokowi dan Menteri-Menteri hadir sebagai narasumber untuk memberikan arahan kepada seluruh pengurus HIPMI se-Nusantara. Sampai saat ini sudah dijadwalkan akan dihadiri 3.500 peserta dari seluruh Indonesia, termasuk Pendiri HIPMI Ayahanda Abdul Latief. Akan ada pameran UMKM dari seluruh Indonesia, Business Matching dan Duta Entrepreneur HIPMI," imbuh Bagas.

Di usia ke-50 tahun, kata Bagas, HIPMI menjadi organisasi yang matang. Sebagai organisasi yang sudah banyak melahirkan kader pengusaha dan pemimpin, maka perayaan HUT Emas tahun ini terasa istimewa yang dijadikan momentum untuk lebih meningkatkan peran HIPMI dalam membangun perekonomian bangsa ke depan.

"Gagasan ini menjadi tonggak sejarah bagi kebangkitan wirausaha di Indonesia dan HIPMI sebagai organisasi usahawan yang mempunyai motto pejuang  pengusaha, pengusaha pejuang dengan tujuan menjadi Tuan di Rumah Sendiri. Semoga Hari Kewirausahaan Nasional dikukuhkan oleh Presiden Jokowi pada 10 Juni esok," ujar Bagas. kbc10

Bagikan artikel ini: