Mentan Syahrul yakini vaksin langsung didistribusikan ke zona merah-kuning PMK

Jum'at, 17 Juni 2022 | 19:46 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Indonesia berhasil mendatangkan kembali vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dengan total sebanyak 800 ribu dosis. Adapun penerimaan vaksin ini langsung dipimpin oleh Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.

Vaksin-vaksin yang baru datang dini hari tadi akan langsung didistribusikan melalui pemerintah daerah dan posko darurat PMK, yang diprioritaskan kepada daerah zona merah dan kuning.

"Hari ini kita makin percaya diri, bahwa berbagai upaya maksimal dari Kementan bersama Gubernur, Bupati, serta jajaran pemerintah daerah dalam mengendalikan PMK dapat berjalan maksimal," ujar SYL di Jakarta, Jumat (17/6/2022).

Mentan juga mengapresiasi kepada pihak Bea Cukai, Kapolres, dan jajaran Karantina yang sudah bekerja keras dalam menyukseskan kedatangan vaksin untuk ternak ini. Selanjutnya, Mentan berharap, kedatangan vaksin bisa disambut dengan sigap melalui kerjasama yang baik antara Kabupaten, crisis center dan pihak lainnya.

Sehingga pihak-pihak ini mampu mempersiapkan penyuntikan sekaligus melakukan pengobatan secara maksimal. "Saya harap, gugus tugas yang ada di Kabupaten, crisis center yang ada di Kabupaten atau Provinsi, dan secara nasional sudah mempersiapkan diri untuk melakukan penyuntikan vaksin," katanya.

Sejauh ini, sambungnya, penyebaran PMK paling tinggi masih berada di area lalu lintas hewan, baik melalui darat maupun tol laut. Kedua titik ini menjadi laju vital karena selalu ada saja peternak yang nekat menerobos jalur tikus.

Pada titik ini, virus PMK menyebar secara cepat, terutama dari kandang ke kandang. leh karena itu, pihaknya menekankan, perjalanan lalu lintas ternak melalui laut, darat, dan udara selalu melalui pengecekan karantina.

"Lalu lintas hewan menjadi salah satu sumber terjadinya pembawa wabah. Kita berharap yang di darat juga begitu (karantina), tentu saja karena banyak jalan-jalan tikus yang menjadi tantangan tersendiri," katanya.

Menurutnya, penyebaran wabah PMK sangatlah cepat, bahkan bisa menembus jarak radius sejauh 30 kilometer. Karena itu, semua petugas yang ada di lapangan diimbau mesti betul-betul bisa mengendalikan keberadaan manusia, juga keluar-masuknya hewan ternak.

"Wabah ini percepatannya luar biasa, oleh karena itu upaya extraordinary lebih kuat, jadi bagian-bagian dari jawaban yang ada. Semoga ini (kedatangan vaksin) bisa membuat kita semua yakin, bahwa wabah PMK secara maksimal bisa kita selesaikan dengan baik," sebutnya.

Mentan menambahkan, pemerintah juga terus melakukan percepatan untuk produksi vaksin dalam negeri yang kini masih dalam proses pembuatan di Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya. Rencananya, vaksin ini dijadwalkan akan rampung di awal Agustus 2022 mendatang.

Meski begitu, dirinya kembali menjamin, vaksin PMK yang sudah dalam genggaman akan terus dimaksimalkan. Kurang lebih, Indonesia memesan sebanyak 3 juta vaksin sebagai vaksin darurat.

Pada situasi dan proses selanjutnya, pemerintah akan menggunakan kebijakan yang ada, untuk bisa memesan vaksin dengan jumlah lebih banyak. "Agar PMK bisa kita semua vaksin, sama dengan Covid-19 kurang lebih, sehingga kita yakin PMK sudah dalam kendali," ujarnya.

Mengacu√ā¬†siagapmk.id, hingga 17 Juni 2022 pukul 12.57 WIB, jumlah ternak yang sudah divaksin PMK sebanyak 33 ekor. Adapun sejauh ini, rasio kematian wabah PMK nasional masih berkisar 0,49% atau 900 ternak sakit berbanding 181.703 kasus PMK terkonfirmasi.kbc11

Bagikan artikel ini: