Bidik 15 ribu pengunjung, Surabaya Printing Expo 2022 hadirkan beragam teknologi cetak terbaru

Selasa, 21 Juni 2022 | 14:27 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Krista Exhibitions kembali menggelar pameran tahunan teknologi kali ke-15 di bidang mesin-mesin percetakan. Kegiatan bertajuk Surabaya Printing Expo (SPE) 2022 diselenggarakan di Exhibition Hall Grand City Surabaya, pada 23-26 Juni 2022.

CEO PT Kristamedia Pratama, Daud D Salim mengatakan, pameran ini akan diikuti lebih dari 65 peserta, baik lokal maupun internasional dengan target 15.000 pengunjung.

"Gelaran pameran ini diharapkan menjadi ajang pertemuan dengan pembeli potensial baik lokal maupun dari manca negara dan mendorong pertumbuhan perekonomian nasional pasca pandemi," katanya pada press conference SPE 2022 di Surabaya, Selasa (21/6/2022).

Pameran Surabaya Printing Expo (SPE) 2022 akan didukung berbagai kementerian, asosiasi dan institusi, yakni Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kadin Surabaya, Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Asosiasi Pulp & Kertas Indonesia (APKI), Komunitas Printing Indonesia (KOPI), serta Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi).

Yang menarik, lanjut Daud, pada gelaran SPE 2022 ini juga akan memberikan wadah bagi kalangan pelaku industri percetakan skala kecil menengah (IKM). Ada sebanyak 7 IKM percetakan yang ikut serta pada ajang ini.

Dikatakan Daud, berbagai teknologi percetakan akan hadir dalam pameran ini, seperti cetak digital, cetak sablon, cetak Offset, cetak garment, cetak tekstil, mesin cutting, mesin finishing, cetak 3D, label, dan tinta.

"Penyelenggaraan pameran ini merupakan peluang yang baik bagi para pengusaha grafika agar lebih termotivasi untuk terus berinovasi pasca pandemi Covid-19 dalam menghasilkan produk-produk unggulan dengan mesin berteknologi canggih dan mempunyai daya saing yang tinggi berasal dari dalam maupun luar negeri," ujar Daud.

Ketua DPD PPGI Jawa Timur, Iwan Dhamar Suprihantono menambahkan, pihaknya sangat mendukung gelaran SPE 2022, sehingga memberi optimisme tersendiri bagi pelaku industri percetakan seiring mulai menggeliatnya perekonomian nasional.

"Dengan kreativitas yang ada, industri percetakan di Tanah Air kian bertransformasi ke packaging. Ini seiring dengan perkembangan e-commerce, dimana ikut mendorong kinerja industri kemasan karena kebutuhannya besar," ungkapnya.

Ketua Umum APKI, Liana Bratasida menuturkan, berharap pameran SPE akan menambah wawasan bagi pelaku usaha dan masyarakat mengenai pengembangan industri percetakan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat serta siap menghadapi perkembangan dan tantangan global yang pesat. Selain itu acara ini juga dapat meningkatkan networking dan komunikasi dengan semua pihak terkait.

Ditambahkan Liana, kegiatan SPE 2022 penting diikuti oleh pelaku usaha di industri kertas karena terkait dengan percetakan seperti kertas printing and writing, kertas kamera, dan lainnya, khususnya untuk pengembangan dan kemajuan dari Industri Pulp dan Kertas (IPK) Indonesia.

"Industri pulp dan kertas (IPK) Indonesia merupakan salah satu industri yang mempunyai peranan penting bagi perekonomian Indonesia yang memberikan konstribusi terhadap PDB sebesar 0,675 dan devisa negara sebesar US$7,5 miliar pada tahun 2021," jelas Liana. kbc7

Bagikan artikel ini: