Kasus Covid-19 tembus 1.000, IDI: Kenakan masker di ruang terbuka

Selasa, 21 Juni 2022 | 18:45 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Kasus Covid-19 kembali melonjak mencapai lebih dari 1.000 per harinya yang membuat kekhawatiran banyak pakar. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) pun turut menyorot kenaikan kasus tersebut sehingga mendesak aturan pengenaan masker di ruang terbuka ditinjau ulang.

Ketua Pokja Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) dr Erlina Burhan SpP, mengatakan bahwa saat ini lonjakan kasus Covid-19 menjadi tanda agar masker kembali dipakai meski di ruangan terbuka.

"Sesuai presentasi kami, kami dari PB IDI merekomendasikan agar aturan memakai masker kembali diberlakukan bahkan di ruang terbuka. Pemerintah beri pelonggaran kemarin, kami anjurkan untuk diubah. Kembali ajak masyarakat pakai masker karena kasus naik. Awal april masih 200, sekarang bahkan sudah 1000," terang Erlina dalam keterangan pers virtual di Jakarta, Selasa (21/6/2022).

Erlina mencatat, aturan di ruang terbuka patut dihapus lantaran virus dapat menyebar saat dikerumunan. Apalagi, subvarian omicron baru yakni BA.4 dan BA.5 bersifat lebih mudah menular sehingga dapat meningkatkan kasus lebih tinggi dari varian sebelumnya.

"Ini yang membuat kami dari IDI aturan masker di ruang terbuka dilaksanakan kembali. Dicabut statement nya dengan boleh lepas pakai masker di ruang terbuka. Sebaiknya pakai masker medis. Minimal masker medis," ujarnya.

Erlina pun mengakui selama beberapa bulan terakhir memang pelonggaran protokol kesehatan memacu euforia masyarakat dengan tidak lagi waspada penularan Covid-19.Dengan sub varian baru yang sudah ditemukan di Tanah Air ini, diharapkan masyarakat kembali memperketat protokol kesehatan meski gejala kasus lebih ringan.

"Beberapa bulan prokes kendor dan ada varian baru yang penularannya lebih cepat. Omicron inkubasinya pendek dan cepat menular. Walau pun data-data menunjukkan bahwa omicron ini keparahan rendah. Semua kasus yang dirawat di rumah sakit berjumlah 2 persen," kata Erlina.

Dengan adanya peningkatan kasus, Erlina menilai perubahan status pandemi menjadi endemi belum dapat terjadi dalam waktu singkat. Untuk itu, masyarakat diminta tetap bersabar dalam menjalani prokes dan kombinasi dengan vaksinasi.

"Kalau dievaluasi tidak bisa dalam sehari sudah syarat lalu jadi endemi. Kalau angka ini tercatat dalam 6 bulan, itu mungkin bisa (jadi endemi). Kita belum sampai di situ," terangnya.

Selain itu, IDI juga merekomendasikan tes PCR dan antigen bagi pelaku perjalanan juga penting diberlakukan kembali. Sebab, infeksi Omicron BA.4 dan BA.5 mudah menular juga cenderung ringan bahkan tidak bergejala pada orang yang sudah divaksinasi.

"PB IDI menganjurkan untuk yang traveling dianjurkan kembali untuk melakukan tes PCR atau antigen negatif. Karena BA.4 dan BA.5 ini cepat menular dan (gejala) ringan. Kadang orang gak sadar kalau dia sakit padahal tetap menularkan. Kalau orang berada di dalam pesawat, dalam kereta, itu kan lama, jadi pajanan atau paparan virus terus terjadi," jelasnya.

Tiga rekomendasi lainnya, PB IDI meminta pemerintah terus meningkatkan tindakan testing dan tracing Covid-19. Juga mempercepat cakupan vaksinasi booster, terutama pada kelompok rentan seperti orang lanjut usia.kbc11

Bagikan artikel ini: