Ada IKN Nusantara, Jatim bakal topang 80 persen ekonomi Indonesia Timur

Kamis, 23 Juni 2022 | 14:51 WIB ET
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah) saat pembukaan Surabaya Printing Expo (SPE) 2022, di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Kamis (23/6/2022).
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (tengah) saat pembukaan Surabaya Printing Expo (SPE) 2022, di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Kamis (23/6/2022).

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur diyakini bakal mendorong perekonomian di kawasan Indonesia Timur.

Salah satu wilayah yang akan ikut terdongkrak perekonomiannya adalah Jawa Timur. Hal ini bukan tanpa alasan. Provinsi ini selama ini telah menjadi penopang utama di wilayah Indonesia Timur, untuk sektor pangan, perdagangan, hingga logistik.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menuturkan, Surabaya sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Timur, selama ini telah menjadi pintu gerbang untuk perdagangan dan transportasi di kawasan Indonesia Timur.

"Sehingga saya yakin ketika nanti IKN Nusantara dibangun dan pindah ke Kalimantan Timur, sekitar 80 persen perekonomian Indonesia khususnya wilayah Indonesia Timur ditopang dari Jawa Timur," kata Khofifah dalam sambutannya pada pembukaan Surabaya Printing Expo (SPE) 2022 di Exhibition Hall Grand City Surabaya, Kamis (23/6/2022).

Dia mencontohkan, di sektor logistik, dari 32 rute Tol Laut yang ada, sebanyak 27 rute melalui Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya. Ini membuktikan pentingnya peran Surabaya dan Jawa Timur untuk kegiatan perdagangan dan angkutan barang.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi, Khofifah menyebut, pada kuartal I/2022 lalu pertumbuhan ekonomi Jatim mencapai 5,20 persen secara YoY. Pertumbuhan ini posisinya berada di atas pertumbuhan nasional yakni 5,01 persen.

Hal itu menurut Khofifah, membuktikan bahwa keseimbangan baru dalam perekonomian telah mulai terbentuk seiring telah melandainya pandemi Covid-19, di mana produksi meningkat seiring dengan adanya kenaikan permintaan.

"Oleh karena itu saya sangat mendukung eksibisi semacam Surabaya Printing Expo 2022 ini, untuk mendorong produktivitas yang akan menjadi pemacu dan pemicu pertumbuhan ekonomi," tegasnya.

Apalagi, lanjut Khofifah, pada SPE 2022 juga melibatkan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) baik sebagai peserta maupun pendukung. Mengingat sektor UMKM menjadi salah yang eksis dan mampu berinovasi selama pandemi Covid-19.

"Kami berharap kita bisa tumbuh bersama antara pemerintah dan masyarakat termasuk komunitas seperti ini. Even-even seperti ini tentu menjadi harapan dan ruang baru bagi UMKM maupun dan perusahaan besar untuk berkembang," ujarnya.

Khofifah menyebut, gelaran Surabaya Printing Expo 2022 bisa menjadi pembuka akses ekonomi, bukan hanya Jawa Timur, tapi juga Indonesia. Kondisi ini menjadi harapan baru, khususnya bagi UMKM printing di Jawa Timur. Apalagi, UMKM merupakan tulang punggung ekonomi Jawa Timur.

"Kegiatan ini akan menjadi penguatan Jawa Timur, sebagai center of Graffiti. Semoga sukses dan lancar berpameran," ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Pulp & Kertas Indonesia (APKI), Liana Bratasida berharap pameran SPE akan menambah wawasan bagi pelaku usaha dan masyarakat mengenai pengembangan industri percetakan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat serta siap menghadapi perkembangan dan tantangan global yang pesat.

"Kami bersyukur SPE 2022 ini bisa digelar kembali di Surabaya. Mengingat dari 102 perusahaan di industri pulp dan kertas anggota APKI terbanyak di Jawa Timur," ungkapnya.

Yang menarik, dari 102 perusahaan tersebut, 53 perusahaan kertas memakai bahan kertas daur ulang. Hal itu dinilainya sangat positif mengingat keberadaannya yang ramah lingkungan. Mereka juga menggunakan teknologi yang ramah lingkungan, dan efisiensi energi untuk mendukung kebijakan pengurangan emisi dan tercapainya pembangunan rendah karbon.

Liana juga menyebut, peran industri pulp dan kertas dalam menyumbang devisa negara juga tidak bisa dikesampingkan. Di tingkat Asean, industri pulp dan kertas Indonesia peringkat pertama, sementara di Asia industri kertas RI meraih peringkat 4.

"Kami terus berupaya perbaiki diri, mengingat masih banyaknya tudingan negatif ke industri pulp dan kertas. Maka dari itu kami butuh bimbingan dan kerja sama dari pemerintah," ujar Liana.

CEO PT Kristamedia Pratama selaku penyelenggara SPE 2022, Daud D Salim mengatakan, pameran ini akan diikuti lebih dari 65 peserta, baik lokal maupun internasional dengan target 15.000 pengunjung.

"Gelaran pameran ini diharapkan menjadi ajang pertemuan dengan pembeli potensial baik lokal maupun dari manca negara dan mendorong pertumbuhan perekonomian nasional pasca pandemi," katanya.

Pameran Surabaya Printing Expo (SPE) 2022 yang berlangsung pada 23-26 Juni 2022 didukung berbagai kementerian, asosiasi dan institusi, yakni Kementerian Perindustrian Republik Indonesia, Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kadin Surabaya, Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Asosiasi Pulp & Kertas Indonesia (APKI), Komunitas Printing Indonesia (KOPI), serta Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi).

Yang menarik, lanjut Daud, pada gelaran SPE 2022 ini juga akan memberikan wadah bagi kalangan pelaku industri percetakan skala kecil menengah (IKM). Ada sebanyak 7 IKM percetakan yang ikut serta pada ajang ini.

Dikatakan Daud, berbagai teknologi percetakan akan hadir dalam pameran ini, seperti cetak digital, cetak sablon, cetak Offset, cetak garment, cetak tekstil, mesin cutting, mesin finishing, cetak 3D, label, dan tinta.

"Penyelenggaraan pameran ini merupakan peluang yang baik bagi para pengusaha grafika agar lebih termotivasi untuk terus berinovasi pasca pandemi Covid-19 dalam menghasilkan produk-produk unggulan dengan mesin berteknologi canggih dan mempunyai daya saing yang tinggi berasal dari dalam maupun luar negeri," ujar Daud. kbc7

Bagikan artikel ini: