Siklus 4 tahunan, begini elemen penting untuk analisa teknikal bitcoin

Minggu, 3 Juli 2022 | 19:22 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Analisa teknikal Bitcoin menjadi salah satu cara agar meraih untung dalam investasi aset kripto. Saat ini, siklus empat tahunan yang menyebabkan bitcoin anjlok hingga Rp 300 jutaan sedang terjadi.

Analisa teknikal bitcoin adalah metode analisis yang menggunakan indikator matematis untuk memprediksi tren masa depan suatu aset. Hal ini berdasarkan pergerakan harga sebelumnya. Prinsip dasar analisa teknikal bitcoin adalah dengan mengidentifikasi tren dan pola pergerakan sebuah aset.

Elemen Penting dari Analisa Teknikal Bitcoin

Membaca grafik harga candlestick

Grafik harga candlestick merupakan salah satu grafik yang paling sering digunakan oleh investor dan trader karena ia memberikan banyak detil informasi tentang harga aset tersebut.

Langkah pertama, kamu bisa mengubah waktu setiap grafik harga mulai dari candle menit hingga mingguan. Kamu dapat menyesuaikan waktu dalam grafik harga untuk melihat trend jangka panjang ataupun jangka pendek. Terdapat beberapa elemen penting yang perlu anda mengerti dalam grafik harga candlestick.

Perbedaan antara candlestick hijau dan merah

  • Harga Open dan close: Harga pembuka dan penutup dalam grafik candlestick direpresentasikan dengan ‘badan’ berupa bar tebal di dalam setiap candle yang ada tersebut.
  • Harga tinggi dan rendah: Harga paling tinggi dan paling rendah dari setiap candle direpresentasikan oleh garis tipis yang biasa dinamai sebagai wick.
  • Candle merah: Penurunan harga ditandai oleh candlestick yang memiliki merah. Dalam candle ini, harga penutup berada di bawah bar sementara badan candle paling atas merepresentasikan harga pembukaan.
  • Candle hijau: Kenaikan harga ditandai oleh candlestick dengan warna hijau. Dalam hal ini, harga penutup berada di bar bagian atas dan sementara badan candle paling bawah menandakan harga pembuka.

Penurunan Harga Bitcoin Dinilai Masih Wajar

Penurunan harga Bitcoin dinilai oleh pelaku industri kripto, Indodax masih wajar. CEO platform crypto exchange terbesar dan terpercaya di Indonesia ini, Oscar Darmawan menjelaskan bahwa melalui analisis teknikal Bitcoin, bisa dilihat bahwa yang terjadi kini nyatanya pernah terjadi di tahun 2018 dan 2014.

"Setelah Bitcoin mengalami All Time High di 2013, 2017 dan 2021, maka akan terjadi penurunan harga yang cukup signifikan di tahun berikutnya yang diikuti dengan penurunan kripto lainnya. Kita bisa lihat bagaimana penurunan terjadi pada tahun 2014, 2018 dan sekarang di tahun 2022," kata Oscar, dalam keterangannya.

Menurutnya, siklus empat tahunan ini sering dimanfaatkan oleh orang-orang untuk membeli dan mengumpulkan aset kripto tersebut. Karena saat harga Bitcoin turun, harga aset kripto lain seperti Cardano, Litecoin dan lainnya biasanya juga mengikuti langkahnya.

"Biasanya harga mayoritas kripto akan mengikuti Bitcoin sebagai aset kripto yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar. Momen bearish saat ini justru adalah momen yang sering dimanfaatkan para trader jangka panjang untuk mengumpulkan portofolio kripto dengan membeli kripto yang mereka inginkan di harga yang murah," jelas Oscar Dermawan.

Di Indodax sendiri ada 200 lebih jenis aset kripto yang diperdagangkan. Namun, tidak semua aset kripto mengalami penurunan seperti yang terjadi pada Bitcoin. Ada beberapa aset kripto lain yang justru naik ketika harga mayoritas kripto sedang turun, yatu token jenis derivatif.

Token derivative merupakan token yang bergerak berlawanan dengan harga kripto umumnya. Indodax menyediakan token derivatif seperti HEDGE dan BEAR yang harganya akan naik Ketika harga Bitcoin turun ataupun ETHHEDGE dan BNBHEDGE yang harganya juga akan ikut naik Ketika harga Ethereum dan BNB mengalami turun.

Token derivative biasanya bisa dimanfaatkan oleh para trader jangka pendek yang tetap ingin mendapatkan profit di saat market sedang bearish.

Dia menjelaskan, trader atau investor perlu memahami pentingnya analisis teknikal dan menerapkan manajemen keuangan yang baik. Karena yang terpenting dari trading bukanlah naik dan turunnya harga melainkan manajemen keuangan yang baik.

Oscar mengatakan, analisis teknikal adalah cara melihat prediksi pergerakan harga ke depan dengan melihat tren yang sudah terjadi, melalui skema candle atau chart. Cara sederhana adalah pola support, dimana harga kripto dari bawah yang terpantau akan mengalami naik. Atau pola sebaliknya, yaitu resisten, dimana harga akan turun dari puncak.

"Investor perlu mengetahui candlestick mana yang mengindikasikan suatu harga akan naik atau suatu harga akan turun. Apa perbedaan antara candlestick hijau dan merah. Bagaimana cara mengidentifikasi tren menggunakan garis tren. Bagaimana pola harga kripto dan lain sebagainya," kata Oscar.

Investor atau trader pemula bisa mempelajari tips analisa teknikal Bitcoin dan kripto lainnya di internet. Termasuk belajar dari website Indodax.academy dan media sosial resmi Indodax yang memberikan banyak tips dan penjelasan tentang analisis teknikal. kbc10

Bagikan artikel ini: