Petani tebu sambut baik rencana Kemendag beri subsidi gula Rp1.000/kg

Senin, 11 Juli 2022 | 08:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Para petani tebu yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) mendukung penuh rencana pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk memberikan subsidi gula tebu kepada petani sebesar Rp 1.000 per kilogram (kg).

Rencana pemberian subsidi itu terungkap saat pertemuan APTRI dengan Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan di Kantor Pusat Kemendag, Jumat (8/7/2022) lalu. "Ya rencana. Itu statement (subsidi Rp 1.000 per kg) Pak Mendag," kata Sekretaris Jenderal APTRI, Nur Khabsyin seperti dikutip, Minggu (10/7/2022).

Khabsyin mengatakan, jika nantinya subsidi harga gula terealisasi, kebijakan itu akan menambah semangat petani meningkatkan produktivitas dan memperluas areal tebu. Pasalnya, dalam sepuluh tahun terakhir ini produksi gula terus mengalami penurunan karena tak adanya kepastian pendapatan petani.

Ketua Umum APTRI, Soemitro Samadikoen mengungkapkan, sebelumnya APTRI telah mengusulkan agar pemerintah menaikkan acuan harga pembelian gula tani dari saat ini Rp 11.500 per kg menjadi Rp 12.500 per kilogram.

Usulan acuan tersebut didasarkan tingginya biaya produksi gula akibat  tingginya harga pupuk nonsubsidi. Usulan itu bukan tanpa sebab. Harga pupuk non subsidi kini naik hingga empat kali lipat dibanding harga pupuk subsidi. Padahal, harga pupuk saja menyumbang kenaikan biaya produksi sebesar 17 persen.

"Belum lagi biaya-biaya lain juga naik seperti upah tenaga kerja dan transportasi. Jadi sangat wajar jika HPP gula harus naik," kata Soemitro.

Dalam pertemuan dengan Zulhas, pihaknya juga menyampaikan usulan agar terdapat harga eceran tertinggi (HET) pada pupuk nonsubsidi lantaran harga yang tak terkendali. Usulan lainnya, agar ada ketegasan pemerintah untuk menindak praktik rembesan gula rafinasi milk industri di pasar.

Soemitro menuturkan, Mendag Zulhas sangat menyambut baik usulan dari DPN APTRI. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah pun memilih opsi untuk memberi subsidi harga gula yang secara langsung diberikan ke petani dari pada menaikkan HPP gula tani.

"Lebih baik diberikan melalui subsidi langsung ke petani sebagai kompensasi tingginya harga pupuk. Sebab, jika HPP gula dinaikkan akan memicu kenaikan harga-harga," ujar dia. kbc10

Bagikan artikel ini: