Waspada resesi global, masyarakat diajak pertebal tabungan

Senin, 18 Juli 2022 | 18:23 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Lonjakan inflasi di sejumlah negara membuat ekonomi global terancam resesi, bahkan negara Sri Lanka mengalami gagal bayar utang luar negerinya dan kini bangkrut.

Melihat kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk mengatur keuangannya secara baik agar tetap bertahan.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda mengatakan, pasar saham dan reksadana nampaknya akan melemah seiring dengan isu resesi global.

"Jadi memang cukup berisiko untuk berinvetasi (jangka pendek) saat ini," katanya baru-baru ini.

Menurutnya, dalam kondisi menuju resesi dan inflasi global seperti saat ini, cukup bijak apabila masyarakat menyimpan uang di tempat yang aman yaitu perbankan.

"Perbanyak tabungan untuk antisipasi inflasi yang terus meningkat dan ancaman resesi. Ada uang yang likuid bagus untuk saat ini," kata Nailul.

Di sisi lain, sebelumnya Nailul meminta pemerintah mengelola utang luar negerinya secara baik, setelah negara Sri Lanka mengalami bangkrut.

"Bangkrutnya Sri Lanka jadi alarm bagi pemerintah kita," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: