Gubernur Khofifah kembali ingatkan pentingnya transformasi digital bagi UMKM

Rabu, 27 Juli 2022 | 22:10 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali mengingatkan kepada seluruh pelaku usaha, khususnya UMKM dan stakeholder terkait atas pentingnya transformasi digital untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Hal itu diungkapkan Khofifah saat menghadiri "Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-75 Provinsi Jawa Timur dan Pembukaan KUKM Expo ke-9" di Grand City Convention Hall di Surabaya, Rabu (27/7/2022).

Mantan Menteri Sosial tersebut mengatakan, dalam forum ekonomi dunia, Chairman Eksekutif dari Alibaba Group Jack Ma mengungkapkan bahwa ia mempunyai prediksi bahwa di tahun 2030, 80 persen pertumbuhan ekonomi dunia berasal dari Koperasi dan UMKM.  Dan kinerja UMKM tersebut sebagian besar, ditopang oleh e-commerce.

"75 Persen  dari e-commerce dan 88 persen penjualan dari online. Maka tidak bisa koperasi dan UMKM kita tidak melakukan transformasi digital karena pasti akan tertinggal dan terpinggirkan," tegas Khofifah.

Keberadaan Koperasi dan UMKM juga sangat diperhitungkan di sejumlah negara. Di Inggris dak London misalnya, seluruh mall strategis dan prestisius selalu memberikan ruang untuk koperasi dan UMKM. Oleh karena itu, dia mengajak pengusaha dan stakeholder terkait untuk memberikan dukungan penuh kepada UMKM.

"Kalau hari ini ada mall strategis di Jatim dan Indonesia belum libatkan koperasi dan UMKM, maka saya ingin ajak pengusaha yang hadir dan seluruh pengusaha di Jatim untuk memberikan ruang untuk koperasi," tandasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jatim Andromeda Qomariyah mengatakan bahwa saat ini UMKM Jatim yang melek digital sudah mengalami perkembangan yang cukup pesat. Jika di tahun 2016 jumlah UMKM yang melek digital hanya sekitar 16 persen, maka saat ini sudah hampir mencapai 60 persen.

Agar transformasi digital menyeluruh di semua UMKM, maka Dinas Koperasi dan UMKM telah melakukan berbagai langkah strategis, diantaranya dengan memberikan pendampingan digital untuk UMKM  serta menjalin kerjasama dengan lima market place.

"Sekarang kita kita ada lima market place yang telah bekerjasama, Tokopedia, Shopie, Grab, Blibli.com dan Gojek. Ini kita perkuat dulu. walaupun sekarang sudah ada beberapa yang ingin mengajukan tetapi yang sudah ada ini kita perkuat dulu. Di tokopedia kita ada beranda Jatim yang memajang produk UMKM Jatim. Disitu sudah ada katalognya. Nah ini nanti akan terus kita kembangkan," tambahnya.

Selain dengan lima market place tersebut, produk UMKM juga masuk  di "Jatim Bejo" dan "padi". Melalui berbagai upaya tersebut, ia berharap produk UMKM akan banyak ditemukan di market place. "Provinsi Jatim ditargetkan pemerintah pusat untuk menggunakan produk dalam negeri sebesar Rp 26,8 triliun. Untuk itu kami berharap setidaknya akan ada lebih banyak lagi UMKM kita yang masuk," ujarnya. 

Terkait kinerja UMKM Jatim saat ini, Andromeda mengatakan terus mengalami pertumbuhan. Kontribusi UMKM terhadap PDRB Jatim di tahun 2021 mencapai 57,81persen, naik dari 57,25 persen di tahun 2020. "Ada peningkatan sebesar 0,56 persen. Di tahun ini kami target naik, apalagi saat ini pandemi sudah turun," pungkasnya.kbc6

Bagikan artikel ini: