Inflasi Juli 2022 tembus 4,94%, BPS: Tertinggi sejak 2015

Senin, 1 Agustus 2022 | 13:29 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks harga konsumen pada Juli 2022 mengalami inflasi sebesar 0,64%. Sementara angka inflasi dari tahun ke tahun (year on year/yoy), mencapai 4,94%, atau tertinggi sejak Oktober 2015.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, tingkat inflasi tahun kalender sebesar 3,85%. Menurutnya, inflasi itu disebabkan kenaikan harga sejumlah komoditas seperti cabai merah, tarif angkutan udara, bawang merah, bahan bakar rumah tangga, dan cabai rawit.

"Secara year on year, inflasi di bulan Juli 2022 yang sebesar 4,94% ini merupakan inflasi yang tertinggi sejak Oktober tahun 2015, di mana pada saat itu terjadi inflasi sebesar 6,25%," katanya, Jumat (1/7/2022).

Margo mengatakan, inflasi pada Juli 2022 terjadi karena adanya kenaikan harga pada sejumlah kelompok pengeluaran antara lain kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,16% dengan andil terhadap inflasi 0,31%. Andil inflasi yang besar itu di antaranya berasal dari kenaikan harga cabai merah, bawang merah, dan cabai rawit karena faktor cuaca yang menyebabkan gagal panen di sejumlah wilayah.

Kemudian, inflasi juga terjadi pada komponen pengeluaran transportasi, yakni sebesar 1,13% dengan andil terhadap inflasi 0,14%. Hal itu terjadi karena kenaikan tarif angkutan udara yang memiliki andil 0,11% sebab naiknya harga avtur dan meningkatnya permintaan masyarakat di tengah pelonggaran mobilitas.

Berdasarkan komponennya, Margo menyebut komponen inti pada Juli 2022 mengalami inflasi sebesar 0,28% dengan andil 0,18%. Kemudian, komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami inflasi 1,17% dengan andil 0,21%, lantaran kenaikan tarif angkutan udara dan kenaikan tarif listrik untuk pelanggan rumah tangga dengan daya 3.500 VA ke atas.

Adapun pada komponen yang harganya bergejolak, terjadi inflasi 1,41% dengan andil 0,25%.

"Secara year on year, pada Juli 2022 komponen harga bergejolak juga memberikan andil inflasi tertinggi yaitu 1,92% dan penyebabnya karena kenaikan harga pada beberapa komoditas," ujarnya.

Margo menambahkan, inflasi terjadi semua kota yang disurvei BPS. Dari 90 kota, inflasi tertinggi terjadi di Kendari sebesar 2,27%, sedangkan inflasi terendah terjadi di Pematang Siantar dan Tanjung sebesar masing-masing 0,04%. kbc10

Bagikan artikel ini: