Airlangga inginkan harga kendaraan listrik bisa kompetitif

Kamis, 11 Agustus 2022 | 19:20 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto berharap harga kendaraan listrik (EV) di Indonesia tidak terlampau tinggi. Hal ini ia sampaikan dalam momen pembukaan pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2022.

"Jadi dengan fasilitas yang diberikan pemerintah, tentu kami berharap EV ini bisa dijual di dalam negeri dengan harga yang kompetitif. Dan kami akan terus mendorong produksi EV di indonesia," ujar Airlangga dalam pembukaan pameran otomotif Gaikindo Indonesia Internasional Auto Show (GIIAS) di Tangerang Selatan, Kamis (11/8/2022).

Meski begitu, Airlangga mengakui pengembangan mobil kendaraan listrik di Tanah Air membutuhkan transisi. Karena itu dibutuhkan peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan industri manufaktur itu sendiri.

"Akan ada transisi (menuju EV). Dengan fasilitas yang diberikan pemerintah, tentu kita berharap EV nantinya bisa mulai dirakit, dijual di dalam negeri dengan harga kompetitif dan mendorong produksinya di seluruh Indonesia," kata Airlangga.

Dia mengatakan, sudah terdapat beberapa pabrikan yang mulai merakit kendaraannya di Indonesia. Selain itu, ia menilai ekspor di sektor otomotif pun penting bagi perekonomian serta perdagangan Indonesia.

"(Ekspor) Saat ini sekitar 40 ribu per bulan dicapai, dan diharapkan jumlah negaranya juga makin banyak. Saat ini sudah hampir 80 negara. Ini membuktikan kemampuan manufaktur kita baik," kata dia.

Airlangga menambahkan, pemerintah menyadari peluang EV ke depan dimana pasar EV terus meningkat di pasar global pada 2040 sebesar 50,5 juta unit. Di sisi lain, Airlangga juga optimistis industri otomotif nasional memiliki masa depan yang cerah. Hal ini senada dengan penjualan kendaraan secara keseluruhan yang tumbuh sebesar 8,87% dibandingkan tahun lalu.

Selain itu, dia memaparkan industri alat angkut juga tumbuh signifikan di kuartal kedua tahun 2022 sebesar 7,35%, dan kontribusi industri otomotif terhadap PDB nasional sebesar 1,35%.

"Kemudian, pertumbuhan ekonomi di kuartal dua pun mencapai 5,44%. Pertumbuhan ini termasuk yang tertinggi, terima kasih untuk semua sektor terkait termasuk otomotif," kata Airlangga.

Sementara, kontribusi dari industri manufaktur telah mendekati 19% atau tumbuh 4,04% dari tahun sebelumnya. "Lalu, perdagangan bertumbuh sebesar 8%, dengan kredit manufaktur naik 12%, perdagangan naik 8%, dan ekspor dibandingkan tahun lalu, naiknya hampir 40%," katanya.

Selain itu, dia juga ingin ekspor di industri otomotif Indonesia jumlahnya terus meningkat. Menurutnya, jumlah ekspor yang saat ini yang sudah menyentuh angka 40 ribu unit per bulan masih bisa dimaksimalkan lagi.

"Di GIIAS 2022 ini saya lihat pesertanya banyak dan jumlah EV-nya juga banyak. Hampir semua merek sudah menampilkan EV. Saya dukung GIIAS 2022 ini, semoga pameran yang sudah dilaksakan pasca 2 tahun covid lebih banyak yang menonton," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: