Dukung Hari UMKM Nasional 2022, ESB rilis kampanye Entrepreneur Saling Bantu

Jum'at, 12 Agustus 2022 | 23:06 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menyambut Hari UMKM Nasional, PT Esensi Solusi Buana (ESB), penyedia ekosistem berplatform teknologi khusus untuk bisnis F&B, meluncurkan kampanye terintegrasi bertajuk Entrepreneur Saling Bantu. Hal ini untuk terus mendukung optimalisasi pontensi UMKM kuliner nasional. Kampanye ini digelontorkan dengan mempertimbangkan seluruh aspek kebutuhan operasional dalam bisnis F&B skala UMKM, sehingga dapat meningkatkan kapasitas serta daya saing dengan biaya yang efisien dan sangat terjangkau.

Saat ini pemerintah melihat UMKM sebagai salah satu pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia. Dikutip dari data Kementerian Koperasi dan UKM (Agustus, 2022), jumlah UMKM saat ini mencapai 64,2 juta dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07% atau senilai Rp 8.573,89 triliun. Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi kemampuan menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada serta dapat menghimpun sampai 60,4% dari total investasi.

Tingginya jumlah UMKM di Indonesia juga tidak terlepas dari tantangan yang ada. Salah satunya adalah pandemi dimana Bank Indonesia mencatat sebanyak 87,5% UMKM terdampak pandemi Covid-19. Dari jumlah ini, sekitar 93,2% terdampak negatif di sisi penjualan. Di sisi lain pandemi juga telah mendorong akselerasi transformasi digital, pengaruh perubahan perilaku konsumen dari offline ke online.  Digitalisasi para pelaku UMKM terbukti mampu meningkatkan pemberdayaan kapasitas UMKM di Tanah Air. Karena itu pemerintah mencanangkan program digitalisasi dengan target sebanyak 30 juta pelaku UMKM masuk dalam ekosistem digital pada 2024.

CEO dan Founder dari ESB, Gunawan Woen mengatakan, disrupsi digital telah membuka akses bagi banyak UMKM hingga di level warung tradisional. Itulah sebabnya ESB melihat setiap UMKM kuliner memiliki potensi yang sangat besar. Pemilik bisnis kuliner bisa mendapatkan banyak keuntungan dan peningkatan daya saing apabila mereka terbuka dengan digitalisasi.

"Ekosistem ESB memberikan solusi bagi penggunanya untuk mencapai potensi optimal karena mereka bisa fokus sepenuhnya pada pengembangan bisnis dan produk tanpa dipusingkan dengan kendali operasional sehari-hari seperti kasir, pencatatan, laporan keuangan, pemesanan, dan sebagainya," katanya melalui keterangan tertulis, Jumat (12/8/2022).

Sepenuhnya mendukung program pemerintah untuk digitalisasi UMKM, ESB menciptakan sebuah kampanye khusus bagi UMKM Kuliner di Indonesia yaitu Entrepreneur Saling Bantu. Dari awal berdiri ESB memang fokus pada pengembangan teknologi kelola bisnis F&B yang kini telah menjadi sebuah ekosistem hulu ke hilir.

Program-program yang ada pada kampanye Entrepreneur Saling Bantu ini antara lain mengajak sesama entrepreneur kuliner dan sosial media influencers untuk berkolaborasi dan saling bantu promosi bisnis, meluncurkan twibbon untuk awareness, hingga podcast #CurhatUMKM bagi pemilik bisnis kuliner berbagi cerita saling menyemangati.

"Efisiensi itu penting bagi setiap bisnis. Melalui laporan keuangan yang mendetail, entrepeneur bisa melihat 3 beban terbesar pada proses bisnis mereka sehingga bisa fokus untuk mengurangi cost. Beban terbesar di bisnis F&B yang pertama adalah food cost. Kalau bisa mengatur inventori dengan benar, pemakaiannya dijaga dan membeli dengan jumlah benar, efisiensi akan dapat menaikkan profit," jelas Gunawan.

Beban terbesar kedua, lanjut dia, adalah employee cost, karena itu efisiensi jumlah karyawan dapat menghasilkan penghematan lebih banyak lagi. Beban terbesar ketiga adalah location cost. Kalo lokasi masih sewa, maka entrepreneur harus dapat memanfaatkan lokasi sewa secara maksimal untuk mengisi idle capacity. Dengan begitu profit akan meningkat kira-kira 2 atau 3 kali lipat. kbc7

Bagikan artikel ini: