Kenaikan harga BBM subsidi bakal pukul daya beli masyakarat

Selasa, 16 Agustus 2022 | 13:21 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar pada paruh kedua tahun ini.

Mamit beralasan, manuver pemerintah yang belakangan ingin menaikkan harga BBM murah itu bakal menekan kemampuan daya beli masyarakat. Padahal, kata Mamit, pemerintah masih memiliki kemampuan fiskal yang cukup kuat untuk menahan harga BBM bersubsidi tersebut.

"Saat ini masyarakat masih belum pulih, saya kira masih ada solusi lain. Pemerintah bisa melobi Banggar DPR untuk penambahan kuota," kata Mamit di Jakarta, Selasa (16/8/2022).

Setelah itu, Mamit mengatakan, pemerintah dapat menentukan langkah berikutnya menyusul kondisi harga minyak mentah dunia tahun depan. Menurut dia, daya beli masyarakat relatif lebih kuat untuk menerima kebijakan anyar terkait dengan niaga BBM subsidi tersebut.

"Pak Jokowi juga bilang tidak ada kenaikan harga pertalite tahun ini, saya kira itu jadi komitmen kita bersama," ujarnya.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menuturkan pemerintah belakangan berencana untuk menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite dan solar di tengah kemampuan fiskal negara yang makin sempit pada paruh kedua tahun ini.

Arifin mengatakan, kebijakan penyesuaian harga itu bakal diambil berbarengan dengan revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual Eceran BBM yang diharapkan selesai pada bulan ini. "Ya dalam bulan ini lah, dalam waktu dekat harus bisa kita lakukan," kata Arifin.kbc11

Bagikan artikel ini: