Astragrapia Xprins fasilitasi ekosistem bisnis pencetakan tiga dimensi

Rabu, 24 Agustus 2022 | 09:15 WIB ET
Direktur PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) K Teguh Santoso (kiri) bersama Syaifullah Agam selaku Direktur Aplikasi, Permainan, TV dan Radio Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Direktur PT Astragraphia Xprins Indonesia (AXI) K Teguh Santoso (kiri) bersama Syaifullah Agam selaku Direktur Aplikasi, Permainan, TV dan Radio Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

JAKARTA, kabarbisnis.com: Astragraphia Xprins Indonesia (AXI). entitas anak usaha PT Astra Graphia Tbk (Astragraphia)  mengajak para pemangku kepentingan mengembangkan ekosistem bisnis pencetakan tiga dimensi (3D printing) di Tanah Air. Hal ini mutlak dilakukan guna memperkuat industri kreatif nasional yang melibatkan lebih luas para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan korporasi sehingga membangun integrasi bisnis yang berkelanjutan.

Sebagai informasi, 3D printing atau additive manufacturing merupakan proses pembuatan objek fisik dari model 3D, umumnya dengan melakukan proses pencetakan lapis per lapis menggunakan material cetak khusus sesuai dengan jenis printer 3D yang digunakan. AXI dipercaya produsen printer 3D terkemuka di dunia untuk pasar ritel bernama Creality, sebagai distributor ekslusif dalam pemasaran dan layanan purna jual printer 3D, material dan aksesoris Creality di seluruh wilayah Indonesia. Creality bermarkas di Shenzen, China merupakan produknya sudah diekspor di lebih 90 negara.

Portofolio bisnis AXI yang sudah menjalankan bisnis printing di Tanah Air selama beberapa dekade menjadi penilaian.

Menurut Direktur PT Astragraphia Xprins Indonesia K Teguh Santoso, Creality memprediksi pertumbuhan bisnis 3D digital printing didunia masih terbuka luas yakni  di atas 30%. Sementara di Asia Pasifik sendiri sebesar 24%. AXI sendiri memprediksi peluang industri 3D printing bertumbuh hingga 20%.

"Ekosistem bisnis akan terbangun melalui kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan seperti pelaku 3D printing service, dealer, desainer, kontributor 3D, komunitas UMKM hingga institusi pendidikan dan pemerintahan," ujar Teguh dalam peluncuran dan talkshow bertajuk "Bring Creativity into Reality" di Jakarta, Selasa (23/8/2022).

Hadir pula sebagai pembicara Erick Rudolf selaku Ketua Asosisasi Printer Tri Dimensi Indonesia, juga Direktur Aplikasi, Permainan, TC dan Radio Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Syaifullah Agam dan James Mak, pemilik delaer mesin cetak 3D,Zaiku. Guna memperkuat infrastruktur jaringan pemasaran 3D printing.

Teguh menambahkan, AXI melengkapi produk dan layanan di 31 cabang di 54 depot, 544 kota dan kabupaten. AXI menawarkan produk unggulan Creality yang terbagi dalam kategori Ender Series, CR Series,Fully Enclosed FDM Series dan Halot Series. "Kita selain membuat portal web 3D printing sebagai wadah interaksi antar pemangku kepentingan di dalam pasar 3D printing memuat informasi mengenai produk dan hasil cetak, penjualan dan purna jual, hingga daftar dealer," ungkapnya.

"Saat ini, masyarakat dapat memiliki produk-produk Creality melalui dealer yang terhubung dengan AXI. Kita juga buat  kelas design. berikat paket training dan bahan pakai yang dipakai para dealer dan program Rumah Tutur. Kita yang menyediakan ruang belajar 3D modeling," imbuh Teguh.

James Mak mengatakan, pertumbuhan teknologi digital printing di Tanah mulai 2015 terbilang pesat. Meski secara valuasi bisnis dan kompetisi SDM Indonesia masih tertinggal dibandingkan Singapura dan Thailand di kawasan regional Asia Tenggara. Segmen ritel mendominasi bisnis digital printing.

"Dari awal belum tau tapi di tempat tempat publik orang menjadi paham. Sekarang berkembang pula di sektor korporasi seperti  manufactur health, otomotif dan properti, kuliner dan fashion menggunakan 3D printing," kata James.

James Max meyakini bisnis 3D printing semakin berkembang seiring makin terjangkau harga perangkatnya. Data dari AXI menyebutkan harga perangkat printer dijual mulai Rp 2 jutaan. Hal ini tentunya akan membuka peluang baru bagi masyarakat baik insan industri kreatif maupun mahasiswa dan pelajar mengakses informasi 3D printing. Dia pun mencontohkan kolaborasi penggunaan teknologi 3D printing sudah diaplikasikan di program Rumah Tutur yang diinisiasi Kemenkraf dan Kementerian Keuangan.

Mengenai program Rumah Tutur,aku Syaifullah Agam, berfungsi sebagai inkubasi bisnis bagi UMKM kreatif digital. Syaifullah mengaku program rintisan ini belum dirilis secara resmi.

Kemenkraf  berkepentingan membuat content digital kreatif yang positif yang mengakar dari kearifan budaya Indonesia tanpa membebani APBN, melihat bahayanya pengaruh content di medsos. Perangkat 3D priting, menurutnya, akan memudahkan membuat simbol-simbol tokoh rakyat yang lebih aktual sehingga mempermudah anak-anak memahami pesan secara visual.

Tanpa 3D printing, anak-anak belum tentu mengenal figur kancil lebih mendalam melalui etalase atau showchase. Dalam sisi bisnis,teknologi 3D printing akan menjadi solusi bagi pelaku UMKM biaya promosi, bentuk kemasan produk akan lebih efisien.

Untuk membangun ekosistem bisnis, Syaifullah Agam menilai masyarakat luas harus mengenal terlebih dahulu manfaat apa saja yang diperoleh penggunaan  dari perangkat 3D printing. Artinya, semua pemangku kepentingan memiliki frekuensi yang sama.

Sementara Erick Rudolf mengatakan, sebagai wadah bagi pelaku 3D printing di seluruh Tanah Air, membangun ekosistem bisnis 3D printing seperti di program Rumah Tutur akan menghubungkan para kreator printing dan penggali ide cerita untuk menghasilkan gambar dan narasi yang luar biasa pengaruhnya bahkan hingga luar negeri. Erick menambahkan, dibutuhkan standarisasi nasional terkait penggunaan teknologi 3D printing.

Dalam jangka pendek,pihaknya akan melakukan uji sertifikasi kepada para pengajar perangkat 3D printing. Menurutnya, semakin banyak pengajar tersertifikasi terbesar di seluruh Indonesia, akan menghasilkan kualitas yang terjaga. Hal ini tentunya akan mempercepat waktu pekerjaan. "Kita mengundang para akademisi untuk merumuskan standarisasinya," terangnya.kbc11

Bagikan artikel ini: