Stabilkan harga, pemerintah siap guyur telur ke pasar

Jum'at, 26 Agustus 2022 | 14:59 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pangan Nasional (NFA) bersiap melakukan operasi pasar jika harga telur ayam masih stabil di atas Rp 30.000 per kilogram (kg) dalam waktu dekat. Rencana operasi pasar tersebut telah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Satgas Pangan.

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengatakan salah satu alasan operasi pasar adalah ketidaksesuaian harga telur ayam di pasar dengan Harga Acuan Pembelian/Penjualan (HPA). Menurutnya, HPA telur ayam di tingkat peternak adalah Rp 22.000-24.000 per kg, sementara itu di tingkat konsumen Rp 27.000 per kg.

"Jadi, solusi penguatan sektor perunggasan yang kami siapkan sifatnya in line. Di hulu, kami amankan kepastian harganya melalui regulasi HAP, sehingga semuanya terukur," kata Arief di Jakarta, Jumat (26/8/2022).

Selain itu, Arief mengatakan, akan menugaskan perusahaan perdagangan plat merah untuk menyerap telur ayam di pasar untuk mempercepat stabilisasi harga. Perusahaan yang dimaksud adalah Perum BULOG dan PT Berdikari.

Arief menemukan tiga faktor peningkatan harga telur yang mulai naik sejak awal paruh kedua 2022, yakni harga bibit ayam atau day old chick (DOC), harga pakan, dan harga logistik ternak. Karena itu, Arief mengatakan harga telur saat ini sedang mencari keseimbangan baru akibat kenaikan biaya produksi.

Untuk menekan harga dalam jangka panjang, Arief telah menghubungkan sentra produksi jagung di Sumbawa dan sentra produksi telur ayam di Blitar dan Kendal. Menurutnya, hal tersebut dapat menekan biaya logistik. Selain itu, Arief juga telah menentukan HAP jagung untuk menekan harga pakan jagung di tingkat peternak.

Secara rinci, NFA mengatur HAP jagung pipil kering KA 15% senilai Rp 4.200 per kg di tingkat petani dan Rp 5.000 per kg di tingkat peternak. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional, rata-rata nasional harga telur ayam telah menembus Rp 30.000 per kg sejak 16 Agustus 2022. Seminggu kemudian pada 24 Agustus, rata-rata nasional harga telur menyentuh harga Rp 31.000 per kg.

Per 25 Agustus 2022, rata-rata harga telur menyentuh titik tertinggi setidaknya sejak 2018 atau seharga Rp 31.300 per kg. Harga telur ayam di 19 provinsi telah menembus harga Rp 30.000 per kg. Harga telur ayam tertinggi terjadi di Papua atau senilai Rp 39.650 per kg, sedangkan harga telur ayam yang sesuai dengan HAP hanya ada di Jambi atau seharga Rp 26.450 per kg.

Adapun, harga telur ayam di DKI Jakarta lebih tinggi dari harga rata-rata nasional atau Rp 31.350 per kg. NFA memastikan ketersediaan stok telur ayam dalam posisi aman berdasarkan prognosa stok indikatif. Per 23 Agustus 2022 ketersediaan stok telur ayam sebanyak 567.781 ton dengan kebutuhan 446.000 ton per bulan.

Artinya stok tersebut memiliki ketahanan sekitar 1,3 bulan. Harga telur ayam di tingkat peternak pun saat ini naik 6,78 % menjadi Rp 27.040 per kg, jauh dari harga acuan Rp 19.000-Rp21.000 per kg.kbc11

Bagikan artikel ini: