Pengamat nilai langkah BI kerek suku bunga acuan sudah tepat

Jum'at, 23 September 2022 | 08:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Bank Indonesia (BI) resmi menaikkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 4,25%. Adapun suku bunga deposit facility naik menjadi 3,5% dan suku bunga lending facility menjadi 5%.

Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi menilai, keputusan BI ini adalah langkah yang tepat dilakukan. Meski sempat mengejutkan, tetapi tujuannya baik, untuk menekan laju inflasi di dalam negeri.

"Harus diingat bahwa pasca kenaikan harga BBM bersubsidi semua harga harga mengalami kenaikan dan ini mengakibatkan inflasi. Maka Cara satu-satunya untuk menekan inflasi adalah dengan cara menaikkan suku bunga," ujarnya seperti dikutip, Kamis (22/9/2022).

"Memang suku bunga yang dinaikkan itu 50 basis poin, artinya ini merupakan kejutan. Nggak ada angin nggak ada hujan tiba-tiba naik segitu. Sebelumnya, para Ekonom menganggap bahwa BI masih mempertahankan tapi kenyataannya tidak. Pertemuan BI bulan September ini pun juga sama. Ekspektasi para analis 25 basis poin tapi kenyataannya adalah 50 basis poin," sambung Ibrahim.

Kendati demikian, kata dia, BI sudah mengambil langkah yang tepat karena mengikuti langkah bank sentral global yang menaikkan suku bunga cukup agresif.

"Kalau BI menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin itu mengikuti pergerakan yang dilakukan oleh bank sentral Amerika, karena bank sentral Amerika sendiri menaikkan suku bunga 75 basis poin, ini cukup tinggi sehingga bank Indonesia harus mengikuti langkah-langkah yang dilakukan oleh bank sentral Amerika ini," jelas Ibrahim.

Lantas apa dampaknya pada ekonomi nasional?

Ibrahim menuturkan, keputusan BI ini akan menyenggol alias memberi sedikit masalah pada perekonomian Indonesia. Adapun salah satunya, suku bunga kredit akan naik.

"Kalau dampaknya bagi ekonomi Indonesia pasti akan sedikit bermasalah karena dengan kenaikan suku bunga berarti suku bunga kredit akan naik. Tetapi apa yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini bank Indonesia sudah tepat. Kalo seandainya dia tetap mempertahankan suku bunga ini akan lebih parah lagi," ucapnya.

Dia menambahkan, dalam perdagangan hari ini poin Rupiah sempat mencapai level tertinggi yakni mencapai level di 45 poin. Namun setelah BI mengumumkan keputusan menaikkan suku bunga 50 basis points, poin Rupiah turun menjadi 25 poin.

"Jadi keputusan bank Indonesia ini di respons positif oleh pasar kelihatan dari pelemahan Rupiah yang begitu tinggi dari 45 poin menjadi 25 poin. Bisa saja nanti saat penutupan pasar ke 20 poin," pungkas Ibrahim. kbc10

Bagikan artikel ini: