Erick Thohir sebut masa depan ekonomi digital RI cerah, ini alasannya

Selasa, 27 September 2022 | 09:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyebut ekonomi digital di Indonesia akan terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Erick Thohir memprediksi, ekonomi digital Indonesia bakal menembus angka Rp 4.500 triliun di 2030.

Capaian tersebut bakal menjadikan Indonesia sebagai negara ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

"Proyeksi ekonomi digital Indonesia pada 2030 akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, yaitu 40 persen dari total ekonomi yang ada di Asia Tenggara. Itu sekitar Rp4.500 triliun. Ini potensi yang luar biasa," ucap Erick Thohir dalam pembukaan acara BUMN Startup Day di Tangerang, Senin (26/9/2022).

Menurut Erick Thohir, potensi tersebut bakal dicapai Indonesia dengan dukungan berbagai faktor.

Utamanya adalah, dukungan dari adanya bonus demografi di Indonesia. Dimana mayoritas penduduknya adalah kalangan milenial.

Besarnya populasi milenial seharusnya dapat dijadikan pasar utama dan dapat berkontribusi terhadap sumber daya manusia (SDM) yang mampu mendongkrak kinerja ekonomi digital nasional.

"Kita lihat momentum ini bersamaan dengan mayoritas penduduk Indonesia ini adalah usia muda. Sebanyak 54 persen penduduk di bawah 35 tahun," papar Erick.

"Artinya apa, Indonesia punya market besar dan punya potensi sumber daya manusia yang menjadi kesinambungan antara ekonomi digital dan sumber daya manusia. Ini tak terelakan lagi dan harus kita dorong secara menyeluruh," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut Erick juga mengatakan, untuk mengakselerasi ekosistem bisnis ekonomi digital, pihaknya melalui Kementerian BUMN mendorong sinergi dan kolaborasi perusahaan BUMN dengan Venture Capital dan para perusahaan rintisan/startup Indonesia melalui kegiatan BUMN Startup Day 2022.

Kegiatan ini terbagi ke dalam dua segmen besar, yakni edukasi dan peluang bisnis.

Di segmen edukasi, akan digelar diskusi panel dengan pembicara internasional dan mentoring yang memberi kesempatan startup Indonesia berdiskusi secara intens dengan pelaku startup yang sukses dan investor.

Sementara, di segmen peluang bisnis, ada business matching, atau penjajakan kolaborasi B2B, yang mempertemukan BUMN dari berbagai sektor dan industri dengan startup untuk menjajaki kerja sama bisnis, serta investor pitching yang memberi kesempatan startup untuk menawarkan peluang investasi kepada VC di lingkungan BUMN.

"BUMN startup day ini bagaimana kita coba dorong para BUMN untuk dekat para startup. Alhamdulillah ada 150 exhibitor, lalu ada 250 startup yang telah disesuaikan dengan 12 klaster di BUMN. Ada juga 22 BUMN yang berusaha melihat apakah ada potensi bisnis matching," pungkasnya. kbc10

Bagikan artikel ini: