Harga minyak turun ke level terendah sejak Januari 2022

Selasa, 27 September 2022 | 14:37 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Harga minyak mentah dunia kembali terperosok hingga US$2 per barel akibat tertekan penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip Reuters, Selasa (27/9/2022), harga minyak mentah berjangka Brent untuk November turun US$2,09 atau 2,4 persen menjadi US$84,06 per barel, jatuh di bawah level yang dicapai pada 14 Januari 2022 lalu.

Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman November juga turun US$2,06 atau 2,3 persen menjadi US$76,71 yang merupakan level terendah sejak 6 Januari 2022.

Penurunan harga minyak tersebut berlanjut, setelah pada penutupan perdagangan Jumat (23/9/2022) pekan lalu. Pada saat itu harga minyak terperosok sekitar 5 persen.

Penguatan dolar AS akibat kenaikan suku bunga The Fed memang memberikan tekanan pada permintaan minyak. Sebab, harga minyak menjadi lebih mahal.

"Sulit bagi siapa pun untuk mengharapkan minyak akan pulih setelah greenback semahal ini," kata Direktur Energi Berjangka Mizuho Bob Yawger.

Sebelumnya, sanksi Uni Eropa dan negara G7 terhadap minyak Rusia akibat invasi ke Ukraina saja sudah menimbulkan kekhawatiran. Ditambah dengan kenaikan suku bunga yang dilakukan The Fed yang menambah kekhawatiran adanya perlambatan ekonomi yang berujung menekan permintaan minyak.

"Dengan semakin banyak bank sentral dipaksa untuk mengambil langkah-langkah luar biasa, tidak peduli nilai ekonomi, permintaan akan terpukul," kata Analis Pasar Senior di Oanda Craig Erlam. kbc10

Bagikan artikel ini: