KI Pusat minta aksesibilitas keterbukaan informasi publik tanpa keterbatasan

Rabu, 28 September 2022 | 15:03 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ketua Komisi Informasi (KI) Pusat Republik Indonesia Donny Yoesgiantoro menegaskan, akses Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sejatinya mampu direalisasikan semua pihak tanpa keterbatasan.

Tidak terkecuali akses dilingkungan penyelenggara negara. "Karena itu Badan Publik (BP) perlu membangun dan mengembangkan fasilitas dan sarana yang mempermudah akses," ujar Donny dalam keterangan tertulis ketika memberikan sambutan dalam peringatan Hari Hak untuk Tahu Sedunia di Museum BI Kota Tua Jakarta, baru-baru ini.

Hari Hak Untuk Tahu merupakan rangkaian kegiatan yang puncaknya diperingati pada 28 September setiap tahun di seluruh dunia. Kegiatan bersama KI Pusat dan BI ini diisi talkshow bertitel "Aksebilitas KIP tanpa Keterbatasan" dan motivasi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno yang diwakili Hengky HP Manurung Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf RI dan Deputi Gubernur BI Doni Primanto Joewono.

Adapun talkshow menghadirkan Komisioner KI Pusat Samrotunnajah Isamail bersama Arianne Santoso dari Google Indonesia, Andovi Da Lopez selaku influencer dan moderator Junanto Herdiawan sebagi Direktur Departemen Komunikasi BI.

Donny menjelaskan, guna mendukung keleluasaan akses, semua perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi /TIK yang juga harus dirancang untuk mempermudah penyandang disabilitas. Sebagai contoh, salah satunya adalah aplikasi yang memudahkan dan menjawab setiap pertanyaan yang terkait dengan hak mendapatkan informasi bagi penyandang disabilitas.

Dikatakannya, momentum Peringatan Hari Hak untuk Tahu Sedunia, pada Tahun 2022 diharapkan mampu meningkatkan komitmen bersama untuk memberikan akses informasi terutama bagi kaum disabilitas. Dengan begitu, tema peringatan, yaitu Akses Informasi Tanpa "Keterbatasan" dapat terwujud di Indonesia.

Menurut Donny, peringatan Hari Hak Untuk Tahu pertama kali diperingati di Sofia, Bulgaria, pada 20 tahun silam, tanggal 28 September. Menurutnya, gagasan Right to Know Day muncul pada saat pertemuan internasional tentang advokasi informasi yang berhasil mencetuskan perlunya 1 (satu) hari khusus diberikan untuk mencari kebebasan informasi di dunia.

Dia menambahkan, tujuan Hari Hak untuk Tahu, untuk meningkatkan kesadaran global dari individu untuk mengakses informasi pemerintah dan juga untuk mengakses informasi yang mengacu pada Hak Asasi Manusia. Dia berharap melalui peringatan Hari Hak untuk Tahu, terdapat nilai-nilai yang selalu disosialisasikan secara berkesinambungan.

Nilai-nilai yang dimaksud sebut Donny adalah kepemimpinan ada pertama, akses informasi merupakan hak setiap orang, kedua informasi yang dirahasiakan adalah kejutan, ketiga, hak untuk diaplikasikan di semua lembaga publik. Keempat, permintaan informasi yang dibuat sederhana, cepat dan gratis, kelima, pejabat penyimpanan untuk membantu pemohon informasi.

Keenam, setiap permintaan atas permintaan informasi harus berdasarkan alasan yang benar. Ketujuh, kepentingan publik dapat menjadi hadir untuk membuka informasi rahasia; setiap orang memiliki hak untuk mengajukan keberatan atas keputusan tersebut.

Kedelapan, badan publik harus membuka secara proaktif informasi tentang tugas pokok mereka. Terakhir, hak atas akses informasi ini harus dijamin oleh sebuah badan independen, di Indonesia melalui Komisi Informasi.

Penanggungjawab Right to Know Day (RTKD) KI Pusat Samrotunnajah Ismail meyatakan sesuai dengan tujuan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang KIP menjamin hak warga negara mengetahui kebijakan publik, dan meningkatkan peran aktif masyarakat dan UU KIP menjamin setiap orang berhak memperoleh informasi publik tanpa jaminan.

Ketua Bidang Advokasi Sosialisasi dan Edukasi KI Pusat ini berharap seluruh lapisan masyarakat atau publik berhak mendapatkan informasi. Termasuk, informasi publik yang menyangkut kepentingan penyandang disabilitas.

"Hal ini dilakukan guna kepentingan pemberdayaan dan advokasi, para aktivis disabilitas harus diberikan akses seluas-luasnya pada informasi yang mereka perintahkan," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: