Traveloka raih suntikan dana Rp4,57 triliun, ini investornya

Jum'at, 30 September 2022 | 09:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Traveloka sebagai perusahaan lifestyle superapp mendapat suntikan dana senilai US$300 juta atau setara Rp 4,57 triliun (kurs Rp 15.229). Dana tersebut didapat dari Indonesia Investment Authority (INA) dengan sejumlah perusahaan keuangan Internasional lainnya.

Dalam hal ini INA bersama BlackRock (melalui dana kredit privat yang dikelolanya), Allianz Global Investors (melalui dana yang dikelolanya), Orion Capital Asia (melalui dana dan akun yang dikelolanya), dan lembaga keuangan global terkemuka lainnya telah menandatangani perjanjian untuk menyediakan fasilitas pendanaan ke Traveloka.

Putaran pendanaan ini telah menarik minat yang signifikan dari sejumlah penyedia modal jangka panjang berkualitas tinggi hingga mengakibatkan terjadinya kelebihan permintaan dalam transaksi. Pendanaan ini akan mendukung pertumbuhan ekosistem digital di sektor perjalanan.

CEO INA Ridha Wirakusumah mengatakan, industri agen perjalanan online (OTA) telah mengubah lanskap industri selama pandemi Covid-19. Misalnya peran OTA dalam pemesanan bruto pariwisata Indonesia saat ini meningkat dari 24% sebelum pandemi, menjadi 33% pada 2021 dengan harapan mencapai 36% pada 2024.

"Pandemi telah mempercepat transformasi digital. Perubahan perilaku pelanggan ditambah dengan layanan teknologi inovatif, mencerminkan bagaimana digitalisasi dapat membantu mendorong pemulihan ekonomi. Mendukung sektor perjalanan dengan kemudahan dan akses yang tak tertandingi," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis (29/9/2022).

Lebih lanjut, Ridha mengatakan, investasi ke Traveloka ini sesuai dengan misi INA untuk menciptakan kemakmuran bagi Indonesia dalam jangka panjang dengan meletakkan dasar bagi ekosistem digital yang berkelanjutan termasuk infrastruktur digital, layanan digital, dan platform digital.

"Kami senang dengan putaran pendanaan Traveloka melalui kerja sama dengan BlackRock, Allianz Global Investors, dan Orion serta lembaga keuangan global terkemuka lain," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: