Baru 61% dari realisasi 2021, penjualan apartemen di Indonesia hanya 782 unit

Kamis, 6 Oktober 2022 | 08:00 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Penjualan properti jenis hunian vertikal di Tanah Air rupanya masih belum semenarik di luar negeri. Konsultan properti Colliers Indonesia mengungkap data kinerja apartemen 2022, dimana penjualannya mengalami penurunan drastis pada tahun ini.

"Kinerja sepanjang tahun 2022, baru 782 unit yang terjual, ini masih sekitar 61% dari penjualan tahun lalu. Dan ini trennya memang terus melandai," kata Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto dalam media briefing virtual, Rabu (5/10/2022).

Berdasarkan data chart Colliers, permintaan apartemen strata atau apartemen jual terus menurun sejak 2015. Tercatat permintaan di 2015 melebih 10.000 unit. Tahun 2016 permintaan apartemen berada di rentan 8.000 - 10.000 unit.

Permintaan di tahun 2017 tingkat permintaan turun sedikit, namun masih di level 8.000 unit. Tahun 2018 permintaan turun tetapi mendekati 6000 unit. Sementara di 2019 permintaan apartemen berada di kisaran 4.000-an unit.

Terjadi penurunan permintaan apartmen menjadi sekitar 2.000-an di tahun 2020. Tren penurunan terus terjadi hingga 2022 yang pada kuartal III ini baru terjual 782 unit.

Dia menambahkan, selama 2022 tidak ada katalis yang mampu mendorong penjualan. Hampir semua proyek apartemen mengalami kesulitan dalam menjual produknya.

"Proyek apartemen memang mengalami kesulitan dalam menjual produknya. Bahkan ada juga yang tidak mencatatkan transaksi," katanya.

Faktor lainnya adalah berakhirnya diskon Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang berakhir pada bulan September. Ferry menambahkan masyarakat juga cenderung menahan cash mereka dibanding mengeluarkannya.

"Faktor lainnya adalah karena masyarakat cenderung menjaga cash mereka. Di pasar sekunder bahkan banyak apartemen dijual karena dorongan butuh uang," katanya. kbc10

Bagikan artikel ini: