Pekan depan, pameran industri pengemasan dan printing serta kertas digelar bersamaan di Jiexpo Kemayoran

Kamis, 6 Oktober 2022 | 19:29 WIB ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Dalam beberapa tahun terakhir industri pengemasan terus mengalami perkembangan setiap tahunnya. Bahkan di saat pandemi Covid-19, kinerja industri pengemasan tidak mengalami penurunan signifikan. Ini membuat kalangan pelaku industri optimis ke depannya.

Perkembangan industri pengemasan sangat bergantung dari tumbuh kembangnya industri pengguna pengemas terutama industri makanan, minuman serta farmasi. Sejalan dengan itu teknologi industri pengemasan tentu juga mengalami perkembangan. Berkenaan dengan ini maka diperlukan informasi mengenai teknologi terbaru, industri pengemasan yang tepat guna dalam memproduksi kemasan karton, plastik, kaleng, botol yang berkwalitas dan kwantitas tinggi efisien energi untuk memenuhi permintaan pasar yang dinamis.

Melihat pentingnya peran teknologi dan informasi tentang tren inovasi pada industri pengemasan, Krista Exhibitions kembali menghadirkan Pameran Teknologi Pengolahan dan Pengemasan Percetakan dan Kertas Terbesar di Indonesia setelah vakum selama hampir 3 tahun akibat pandemi Covid-19.

Ketiga pameran dengan tema ALLPACK INDONESIA 2022 - Pameran Internasional dalam bidang teknologi pengolahan dan pengemasan Makanan; Minuman, Biskuit, Konfeksioneri, Farmasi/obat-obatan, Jamu, Kosmetika, Personal Care, Kecantikan, Pertanian, Oli/ Cairan/ Kimia, Elektronika, Pendingin, dan industri terkait lainnya. Dan untuk industri percetakan dengan tema ALL PRINT INDONESIA 2022 yaitu Pameran Internasional Solusi untuk Teknologi Pencetakan, Peralatan, Suplai, dan Suplai Mesin, dan pada industri kertas dan tissue dengan tema WORLD OF PAPER TISSUE 2022 yaitu Pameran Internasional di bidang kertas, tisu, mesin dan peralatan.

Ketiga pameran ini akan diselenggarakan secara bersamaan pada pekan depan, tepatnya tanggal 12-15 Oktober 2022 di Jakarta International Expo (Jiexpo) Kemayoran.

CEO Krista Exhibitions, Daud Salim menuturkan, ALLPACK INDONESIA, ALL PRINT INDONESIA dan WORLD OF PAPER TISSUE 2022 akan diikuti oleh lebih dari 765 perusahaan dari berbagai negara seperti Austria, China, Perancis, Jerman, Hong Kong, India, Indonesia, Italia, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, Spanyol, Swiss, Taiwan, Thailand, USA, Portugal dan Vietnam.

"Kami menargetkan pameran ini akan dikunjungi lebih dari 20.000 pengunjung baik dari dalam maupun luar negeri," katanya pada press conference secara virtual, Kamis (6/10/2022).

Berbagai kegiatan menarik diselenggarakan seperti bekerjasama dengan Indonesian Packaging Federation (IPF) Talk Show Packaging Design Trends & Innovations, Seminar on Trends & Innovation Packaging towards Sustainability, seminar dari asosiasi pendukung industry printing yaitu seminar dari Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) dengan tema "Kesiapan Industri Grafika Dalam Menyukseskan Pemilu 2024", dan seminar dari Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) industry Kertas dan Tissue dengan tema "ESG Strategy & Decarbonization of Pulp and Paper Industrie Towards Sustainability" dan berbagai acara lainnya dari pelaku industry lainnya.

Ditambahkan Daud, kesuksesan ALLPACK INDONESIA, ALL PRINT INDONESIA dan WORLD OF PAPER TISSUE 2022 tIdak lepas dari dukungan Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (ASPERAPI), Indonesia Packaging Federation (IPF), Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi), Pharma Materials Management Club (PMMC), Asosiasi Rantai Pendingin Indonesia (ARPI), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI), Asosiasi Industri Minuman Ringan (ASRIM),Asosiasi Logistik Indonesia (ALI), AP5I-Asosiasi Pengusaha Pengolahan & Pemasaran Produk Perikanan Indonesia, Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia ( ADUPI), Packaging Development Federation (PDF), Perhimpunan Perusahaan dan Asosiasi Kosmetika Indonesia (PPAK Indonesia).

"Melalui pameran ALLPACK INDONESIA, ALL PRINT INDONESIA dan WORLD OF PAPER TISSUE 2022 diharapkan para pelaku usaha dibidang terkait dapat melihat secara dekat dan mendapatkan informasi yang lengkap dan mempunyai kesempatan mendapatkan edukasi tentang teknologi dan inovasi baru untuk teknologi di bidang pengemasan dan pengolahan," ujar Daud.

Pada kesempatan itu, Director of Business Development Indonesian Packaging Federation (IPF) Ariana Susanti menjelaskan, pihaknya sangat membutuhkan informasi teknologi yang up to date. "Oleh karenanya, pameran ini tepat sekali, dimana selama dua tahun lalu kita terkekang akibat pandemi, dan kami harap pengunjungnya juga banyak," kata Ariana.

Dikatakannya, untuk kinerja di sektor makan minum cukup besar yakni Rp 107 triliun, dimana sejalan dengan gaya hidup yang meyakinkan, terutama tentang kesehatan, gaya hidup termasuk marketplace online.

"Sedangkan industri kemasan, tumbuh 4-5 persen atau diatas Rp 100 triliun. Namun pada tahun 2020 sempat stagnan, karena pandemi," ujarnya.

Menurut Ariana, peningkatan pasar digital, membuat produk semakin tinggi. Namun kendalanya adalah ketersedian bahan baku, terutama plastik. Untuk itu perlu inovasi baik dari sisi varian maupun kemasan, karena masyarakat didominasi oleh milenial, yakni 60 persen, jadi mereka membutuhkan varian-varian baru.

Sepanjang tahun 2022, IPF mencatat pertumbuhan kemasan karton mendominasi pertumbuhan sebesar 28% dengan total nilai Rp 102 triliun - Rp 105 triliun. Untuk industri kemasan plastik kontribusinya mencapai 18%. hal ini disebabkan karena trend online delivery masih tinggi hal ini yang terus mendorong permintaan lokal akan kemasan platik yang terus meningkat. Pertumbuhan Industri kemasan secara keseluruhan di tahun ini diperkirakan sekitar 4-5%.

Komite Humas dan Hubungan Internasional Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI), Emmy Kuswandari mengungkapkan, pulp dan kertas menduduki peringkat ke satu di Asia dengan nilai ekpor berbahan baku kertas pada 2021 seberasar Rp 17,42 triliun dengan volume 1,9 juta ton.

"Kami dari APKI mengapresiasi pameran yang digelar oleh Krista Exibhitions. Semoga melalui pameran ini mampu meningkatkan industri pulp dan kertas," ujarnya.

Dikatakannya, untuk target ekspor hingga akhir tahun 2022 ini diharapkan meningkat 5 hingga 6 persen atau US$8,2 juta. Selama Januari 2022, nilai ekspor mencapai US$4,6 juta meningkat dari tahun sebelumnya.

Sementara negara tujuan ekspor diantaranya China, Malaysia, Bangladesh, termasuk Taiwan dan Jepang. kbc7

Bagikan artikel ini: