IMF kembali pangkas proyeksi ekonomi, global jadi 2,7% dan RI 5% pada 2023

Kamis, 13 Oktober 2022 | 07:12 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Gejolak perekonomian yang melanda dunia rupanya membuat Dana Moneter Internasional (IMF) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global termasuk Indonesia. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 diprediksi akan menjadi hanya 5%.

Perubahan ini sudah ketiga kalinya dari April 2022 memproyeksikan 5,9% dan Juli 2022 5,2%.

Hal itu tertuang dalam laporan terbaru IMF bertajuk World Economic Outlook: Countering the Cost-of-Living Crisis, dikutip Rabu (12/10/2022). Sementara untuk tahun ini, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di angka 5,3%.

Revisi itu sejalan dengan langkah IMF yang juga memangkas proyeksi ekonomi global dari sebelumnya 2,9% menjadi 2,7% pada 2023. Angka itu turun dibandingkan perkiraan tahun ini yang diproyeksi berada di level 3,2%.

"Ini adalah profil pertumbuhan terlemah sejak 2001, kecuali untuk krisis keuangan global dan fase akut pandemi Covid-19 dan mencerminkan perlambatan signifikan bagi ekonomi terbesar," tulis laporan tersebut.

Indonesia tahun depan diproyeksi lebih baik dari China maupun banyak negara maju. IMF memperkirakan ekonomi China hanya tumbuh 4,4%, lebih baik dibandingkan tahun ini yang hanya akan mencapai 3,2%.

IMF juga memangkas proyeksi ekonomi negara-negara ASEAN lain pada 2023. Pertumbuhan ekonomi Vietnam turun menjadi 6,2% dari 7%. Lalu Filipina menjadi 5% dari 6,5%, dan Malaysia menjadi 4,4% dari 5,4%.

Di ASEAN, hanya Thailand yang mengalami kenaikan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2023. Pertumbuhan ekonomi Thailand diperkirakan naik menjadi 3,7% dari 2,8%.

Laporan itu menyatakan ekonomi global mengalami sejumlah tantangan yang bergejolak karena lonjakan inflasi di sejumlah negara, pengetatan kondisi keuangan di sebagian besar wilayah, konflik Rusia-Ukraina, dan pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya usai.

"Lebih dari sepertiga ekonomi global akan terkontraksi tahun ini atau tahun depan. Sementara tiga ekonomi terbesar (yaitu) Amerika Serikat, Uni Eropa, dan China akan terus melambat," tulisnya. kbc10

Bagikan artikel ini: