Ada ancaman resesi, investasi perak dinilai lebih kinclong ketimbang emas

Selasa, 18 Oktober 2022 | 10:05 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Ancaman resesi tahun 2023 yang menghantui perekonomian global telah membuat sebagian masyarakat khususnya investor was-was. Investor pun disarankan untuk memburu perak daripada emas. Ini karena harga perak masih murah dibandingkan emas yang telah mahal.

Penulis buku "Rich Dad Poor Dad", Robert Kiyosaki mengatakan, untuk mendapatkan keuntungan dari kejatuhan dolar AS, dia membeli lebih banyak lagi perak. Dia memperkirakan harga perak akan naik pada kisaran US$100 hingga US$500 pada dekade ini.

Sementara itu harga perak masih di level US$20 selama 3-5 tahun, namun harga tersebut diprediksi melonjak ke level US$100 hingga US$500.

"Kumpulkan perak sekarang," saran Kiyosaki seperti dikutip, Selasa (18/10/2022).

Kiyosaki mencatat rasio perak-emas saat ini di atas 86-1. Artinya butuh 86 ons perak untuk membeli satu ons emas. Sedangkan sebagai perbandingan, rata-rata rasio di era modern adalah antara 40:5 dan 50:1.

Secara historis, saat spread sebesar ini, perak tidak hanya mengungguli emas, namun juga bisa menjadi besar dalam waktu singkat.

Misalnya, saja sejak Januari 2000 hal tersebut sudah terjadi empat kali. Kiyosaki menekankan perak merupakan investasi yang dapat dilakukan siapa saja, termasuk orang miskin.

"Mengapa saya menyarankan 'beli perak', Dengan uang US$ 25 dolar, semua orang dapat membeli koin perak.... Belajar dan jadilah kaya. Jangan bodoh," kata Kiyosaki.

Dia juga menyarankan aset keras termasuk emas dan perak dengan tujuan melindungi kekayaan. "Apa pun yang bisa dicetak, seperti sertifikat saham, obligasi, atau dolar, saya tidak menginginkannya. ... Saya adalah penggemar emas, perak, minyak, dan makanan yang keras... Saya adalah orang yang memiliki aset keras," ujarnya. kbc10

Bagikan artikel ini: