TV analog dimatikan di 222 kabupaten/kota mulai 2 November 2022

Selasa, 25 Oktober 2022 | 16:34 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengungkapkan, penghentian siaran televisi analog (analog switch off/ASO) seluruh lembaga penyiaran akan dilakukan secara bertahap mulai 2 November 2022, termasuk untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Totalnya ASO akan dilakukan di 222 kabupaten/kota dari 514 kabupaten/kota yang ada di Indonesia.

"Ada 222 kabupaten/kota yang total ASO, dan masih terdapat 292 kabupaten/kota yang akan kita lakukan ASO sesuai kesiapan-kesiapan wilayah," kata Johnny G Plate di Jakarta, Senin (24/10/2022).

Dari sisi infrastruktur multipleks untuk pelaksanaan ASO di 2 November 2022, Menkominfo mengatakan keseluruhan infrastruktur sudah akan tersedia, baik yang disiapkan oleh lembaga penyiaran swasta (LPS) maupun oleh pemerintah, dalam hal ini Kemenkominfo dan TVRI. Namun dari sisi distribusi set top box yang masih harus terus disempurnakan.

"Untuk wilayah Jabodetabek yang akan dilakukan ASO pada 2 November 2022, ini telah dibicarakan bersama-sama dan telah disepakati antara pemerintah dengan Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI) dan seluruh anggota ATVSI, dimana akan dilakukan sosialisasi secara masif dan pembagian set top box," kata Menkominfo.

Hingga saat ini telah dilakukan pembagian set top box di wilayah Jabodetabek kepada 479.000 keluarga kategori miskin. Distribusinya telah mencapai 98,44% dengan komposisi yang disiapkan pemerintah sebanyak 76% dan televisi swasta 24%.

"Dengan demikian kita harapkan pelaksanaan ASO pada 2 November di wilayah Jabodetabek akan berjalan dengan baik. Selanjutnya, kami akan meneliti ASO untuk wilayah-wilayah baik kabupaten/kota atau kota-kota provinsi penting di Indonesia untuk segera dilakukan ASO sesuai kesiapan wilayah masing-masing," kata Menkominfo.

Khusus untuk masyarakat menengah yang tidak mendapatkan set top box gratis, Menkominfo juga mengimbau agar segera memastikan televisi di rumah masing-masing sudah memenuhi syarat televisi digital. Kalau sudah memenuhi syarat, maka tidak perlu ada penambahan perangkat connector atau set top box. Jika belum, maka segera pasang perangkat set top box, sehingga bisa menerima siaran televisi digital.

Staf Khusus Menkominfo Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Transformasi Digital dan Hubungan Antar Lembaga Rosarita Niken Widiastuti menyampaikan, ada lima urgensi digitalisasi penyiaran perlu dilakukan. Pertama, untuk kepentingan publik agar masyarakat memperoleh penyiaran yang lebih berkualitas. Kedua, efisiensi penggunaan frekuensi guna mendorong ekonomi digital dan industri di era 4.0.

Urgensi ketiga adalah penataan ekonomi guna mendorong ekonomi digital dan industri di era 4.0. Keempat, tersedia digital dividen untuk alokasi frekuensi broadband 5G yang akan digunakan. Selanjutnya yang menjadi urgensi kelima adalah menghindari sengketa dengan negara-negara tetangga yang disebabkan intervensi spektrum frekuensi di wilayah-wilayah perbatasan.kbc11

Bagikan artikel ini: