Mulai ramai, Soekarno-Hatta jadi bandara tersibuk ke-8 di dunia

Kamis, 27 Oktober 2022 | 15:08 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Mulai menggeliatnya perekonomian seiring melandainya kasus Covid-19 membuat lalu lintas penumpang di Bandara Soekarno-Hatta dinobatkan sebagai bandara tersibuk ke-8 di dunia.

Sebagai informasi, FlightsFrom.com yang berbasis di Swedia merilis daftar 100 bandara tersibuk di dunia berdasarkan jadwal keberangkatan penerbangan yang menggunakan data terbaru per 21 Oktober 2022.

Berdasarkan data tersebut, Bandara Soekarno-Hatta memiliki jadwal keberangkatan penerbangan sebanyak 535 penerbangan setiap harinya sehingga menempatkan bandara terbesar di Indonesia ini berada di peringkat ke-8 dunia, ke-3 di Asia, dan ke-1 di kawasan ASEAN.

"Kolaborasi yang erat antara AP II dan seluruh stakeholder serta berkat dukungan regulator membuat kepercayaan masyarakat terhadap sektor penerbangan nasional tetap terjaga di tengah pandemi. Hal ini turut mendorong pemulihan lalu lintas penerbangan di bandara-bandara AP II, khususnya Bandara Soekarno-Hatta yang merupakan bandara terbesar di Indonesia dan membuat sektor penerbangan nasional dapat optimal mendukung penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional," ungkap dia dikutip dari siaran pers di situs Angkasa Pura II, Rabu (26/10/2022).

Pemulihan lalu lintas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta dimulai pada Desember 2021. Saat ini tingkat pemulihan (recovery rate) di Bandara Soekarno-Hatta sudah mencapai 80%, sehingga menandakan pergerakan penerbangan sudah 80% dari kondisi 2019 atau saat belum adanya pandemi.

AP II dan stakeholder terkait disebut mampu mengakomodasi tumbuhnya permintaan penerbangan dengan tetap mengutamakan aspek pelayanan, keselamatan, keamanan serta penerapan protokol kesehatan.

Lebih lanjut, Awaluddin menuturkan bahwa pasar penerbangan domestik di Indonesia yang sangat besar sehingga turut mendukung percepatan pemulihan lalu lintas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.

Berdasarkan data yang dirilis FlightsFrom.com, 5 rute domestik tersibuk dari Bandara Soekarno-Hatta adalah menuju Denpasar yakni sebanyak 52-58 penerbangan per hari, Surabaya (40-42 penerbangan/hari), Medan (39-40 penerbangan/hari), Ujung Pandang (32-34 penerbangan/hari), dan Pontianak (25-27 penerbangan/hari).

Sementara itu, 5 rute internasional tersibuk dari Bandara Soekarno-Hatta adalah ke Singapura (13-15 penerbangan/hari), Kuala Lumpur (9-10 penerbangan/hari), Jeddah (3-5 penerbangan/hari), Doha (3 penerbangan/hari) dan Narita Tokyo (2-3 penerbangan/hari).

Adapun pada periode Januari - September 2022, jumlah pergerakan pesawat di Bandara Soekarno-Hatta mencapai 197.127 penerbangan dan hingga akhir tahun diperkirakan pergerakan pesawat dapat mencapai 271.075 penerbangan. Peningkatan penerbangan pada Kuartal IV-2022 didorong adanya momentum libur Natal 2022 dan Tahun 2021.

Pemulihan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta hingga menjadi salah satu bandara tersibuk di dunia ini didukung organisasi yang tangguh dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Dengan organisasi yang tangguh, Bandara Soekarno-Hatta dapat menyesuaikan operasional sesuai kebutuhan, ketika lalu lintas penerbangan tengah tinggi atau menurun.

Saat masuk periode pemulihan di tengah pandemi, di mana lalu lintas penerbangan meningkat, Bandara Soekarno-Hatta membuka kembali operasional Terminal 1A, melakukan penyesuaian operasional atau layanan maskapai di bandara, serta mengaktifkan kembali Skytrain.

Di tengah pandemi Covid-19, Bandara Soekarno-Hatta juga menjadi bandara pertama di Indonesia yang menerapkan biosafety dan biosecurity management guna memastikan keamanan dan kenyamanan serta menjaga kepercayaan traveler terhadap sektor penerbangan nasional.

"Berkat protokol kesehatan yang diterapkan melalui biosafety dan biosecurity management, dan berbagai program penyesuaian operasional, Bandara Soekarno-Hatta dapat tetap beroperasi 24 jam setiap hari dan memastikan penerbangan nasional dapat berkontribusi terhadap penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional," pungkas Awaluddin. kbc10

Bagikan artikel ini: