UMKM punya semangat dan ketahanan hadapi krisis

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 06:19 WIB ET

Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Dr. Moeldoko mengakui sekaligus mengapresiasi semangat para wirausahawan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang tetap tangguh di tengah situasi krisis finansial global.

"Dunia saat ini menghadapi resesi, inflasi tinggi dan pertumbuhan ekonomi menurun. Namun kita harus berbangga hati pada semangat UMKM dan para _entrepreneur_ yang luar biasa, karena mereka Indonesia masih eksis. Pertumbuhan ekonomi kita masih bagus," kata Moeldoko saat memberikan pidato sambutan dalam acara Info _Franchise and Business Concept Expo_ (IFBC) di Tangerang, Banten, Jumat (28/10).

Kepala Staf Kepresidenan pun bangga terhadap semangat pelaku UMKM yang segera bangkit dari situasi terpuruk. 

"Survei dari Asian Development Bank (ADB) melaporkan bahwa sekitar 48,6% UMKM Indonesia tutup karena terdampak pandemi. Kita punya pengalaman krisis dan resesi tahun 1998, 2008 dan tahun ini, tapi satu hal yang selalu eksis, UMKM. Hari ini saya optimis, UMKM akan sepenuhnya segera kembali pulih," imbuhnya.

UMKM memang berperan penting dalam menyokong ketahanan ekonomi domestik. Tidak hanya mampu menggerakkan ekonomi di daerah dan memaksimalkan penggunaan bahan baku lokal, UMKM juga menciptakan lapangan kerja padat karya.

Sektor UMKM yang jumlahnya mencapai 65,4 juta berdasarkan data nasional tahun 2021 terbukti mampu menyerap 97% tenaga kerja di Indonesia.

"Presiden sangat paham bahwa UMKM jadi backbone perekonomian nasional. Oleh karenanya, saya harap acara-acara seperti IFBC ini tidak hanya menjadi pameran dan kesempatan promosi, tapi juga memberikan program edukasi, konsultasi bisnis dan literasi bagi para wirausahawan," pungkas Moeldoko.

Perlu diketahui, pemerintah terus memberikan dukungan penuh bagi sektor UMKM, khususnya di bidang pembiayaan. Pemerintah, misalnya, akan melakukan peningkatan pangsa kredit bagi UMKM, dari yang sebesar 20% di tahun 2022 secara bertahap akan ditingkatkan menjadi 30% di tahun 2024.

Selain itu, pemerintah juga membentuk holding BUMN dalam rangka pembiayaan ultra mikro, menyediakan kredit dengan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) super mikro dan memberikan subsidi bunga KUR menjadi 3 persen hingga Desember 2022.

Bagikan artikel ini: