Mantan Mentamben Subroto tegaskan hulu migas belum sunset Industri

Senin, 31 Oktober 2022 | 16:25 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Industri hulu migas Tanah Air dinilai masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebab itu, industri hulu migas Indonesia bukan merupakan sunset industri. Sunset industri bisa diartikan industri yang sulit berkembang atau mengalami krisis.

Menurut begawan migas yang juga Menteri Pertambangan dan Energi (Mentamben) RI periode 1978-1988, Prof Soebroto, sebagai industri penopang pertumbuhan ekonomi, seluruh pihak harus ikut mewujudkan target 1 juta barrel minyak per hari dan 12 miliar standar kaki kubik gas per hari pada tahun 2030.

"Termasuk juga pemegang kepentingan daerah atau kepala daerah," jelas Soebroto, dikutip dari keterangan tertulis, Senin (31/10/2022).

"Selamat berjuang, industri ini masih menjadi penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia dan, industri migas bukanlah sunset industri, tapi sunrise industri," tambah Soebroto.

Pria yang saat ini menginjak usia 99 tahun itu juga mengajak SKK Migas, KKKS dan stakeholder migas dan masyarakat, untuk tetap bersemangat menuju Indonesia Emas 2045.

Sedangkan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengatakan, industri hulu minyak dan gas bumi (hulu migas) di Indonesia masih sangat besar.

Terutama untuk potensi gas karena dalam beberapa waktu ke depan, akan ada beberapa proyek yang selesai pembangunannya. Dwi bercerita, Indonesia saat ini memang merupakan net importir untuk minyak bumi. Saat ini produksi Indonesia kurang lebih 650 ribu barel per hari.

Sedangkan kapasitas kilang yang ada mencapai 1 juta barel per hari. Artinya Indonesia masih memenuhi sekitar 40 % minyak dan impor. "Berbeda, kalo gas kita ekspor. Potensi ke depan akan banyak di gas," pungkasnya.kbc11

Bagikan artikel ini: