Jadikan UMKM terintegrasi ke dalam ekosistem digital

Selasa, 15 November 2022 | 16:26 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Penyedia layanan identitas digital yang juga bagian dari Gugus Tugas Digitalisasi B20, VIDA menilai kenaikan inklusi keuangan di Indonesia terus didukung oleh beberapa faktor. Termasuk bertambahnya dukungan agar UMKM terintegrasi dalam ekosistem digital.

Hal ini tercakup dalam salah satu rekomendasi yang diberikan oleh Gugus Tugas Digitalisasi B20 baru-baru ini, yaitu mendorong konektivitas universal untuk ekonomi digital dan layanan pemerintah dan standardisasi global untuk perlindungan data, yang dapat memastikan inklusi dan menghilangkan kesenjangan digital.

Chief Revenue Officer VIDA, Adrian Anwar mengatakan, membukakan gerbang yang aman dan mudah bagi UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem digital menjadi sebuah diskursus publik yang masih jarang diangkat. "Padahal dua tahun terakhir telah mengajarkan semua orang tentang pentingnya membangun rasa percaya konsumen dengan platform digital di tengah ancaman keamanan siber yang juga meningkat," ujar Adrian di Jakarta, Selasa (15/11/2022).

Dia menjelaskan, akses digital yang mudah dan aman menjadi salah satu pendorong utama meningkatnya inklusi keuangan di Indonesia. Hal ini terlihat dari seiring menjamurnya platform teknologi selama beberapa tahun terakhir, lebih banyak segmen masyarakat khususnya UMKM dan pekerja informal yang dapat mengakses layanan keuangan.

Ini rupanya sejalan dengan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022 yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pertumbuhan inklusi keuangan di Indonesia naik sebesar 8% dalam tiga tahun terakhir menjadi 85,10% dibandingkan hasil SNLIK 2019.Namun, mendorong integrasi digital UMKM menjadi salah satu tantangan yang perlu dihadapi untuk mendukung bertumbuhnya inklusi keuangan di Indonesia.

Kementerian Koperasi dan UKM telah menargetkan 30 juta UMKM untuk terintegrasi dengan ekosistem digital pada 2024, di mana hingga 2022 masih ada 5 juta UMKM lagi yang harus dapat didukung integrasinya. "Verifikasi identitas digital yang lebih mudah dapat berdampak pada peningkatan kepercayaan (trust) pelaku UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem digital," sebutnya.

Berdasarkan temuan internal VIDA, 25% dari calon pengguna layanan keuangan digital berhenti memproses registrasi mereka dikarenakan proses verifikasi konvensional yang memakan waktu sekitar 30-40 menit dan memberi ketidaknyamanan bagi sebagian orang yang enggan melakukan video call dengan orang asing.

"Implementasi verifikasi identitas digital yang sudah menggunakan teknologi kecerdasan buatan dan liveness detection dapat mendukung akses digital yang lebih cepat dan aman," tambah Adrian.

Merangkul UMKM, katanya masih jauh dari akses ekosistem digital menjadi fokus bagi industri digital untuk mendukung target pemerintah Indonesia dalam meningkatkan jangkauan inklusi keuangan Indonesia menjadi 90% di tahun 2024.

Untuk itu, Adrian menegaskan VIDA berusaha merangkul UMKM dengan bekerja sama dengan berbagai partner strategis dari ekosistem digital seperti Kredivo, Bank Jago, Warung Pangan dari PPI (Perusahaan Perdagangan Indonesia), dan Grab untuk memudahkan UMKM teridentifikasi secara cepat dan mendapatkan akses layanan digital dari platform digital dengan lebih aman dan nyaman.

"Mendukung UMKM menjadi lebih tangguh di era digital menjadi salah satu fokus utama VIDA, agar seluruh lapisan masyarakat terutama UMKM untuk dapat masuk ke dalam ekosistem digital secara aman dan terpercaya," sebutnya.

Melalui kerja sama strategis bersama para platform digital, Adrian percaya UMKM dapat terverifikasi untuk bertransaksi dan mengembangkan bisnisnya di ekosistem digital yang diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia secara lebih jauh. "VIDA siap menjadi platform identitas digital yang terdepan untuk mendukung ekonomi digital yang inklusif agar No One Left Behind," tutur Adrian.

Untuk diketahui, selama pandemi VIDA telah bekerja sama dengan Grab dan Kemenkop UKM mendukung lebih dari 200.000 UMKM untuk masuk ke dalam ekosistem digital melalui bantuan verifikasi identitas atau e-KYC yang mudah dan nyaman berbasis sertifikat elektronik.kbc11

Bagikan artikel ini: