Misi Dagang Jatim - Sulsel kantongi transaksi Rp240,23 miliar

Jum'at, 18 November 2022 | 11:14 WIB ET

MAKASSAR, kabarbisnis.com: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali memimpin gelaran Misi Dagang dan Investasi antara Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Sulawesi Selatan di Phinisi Ballroom Claro Hotel Makassar, Kamis (17/11/2022).

Dibuka langsung oleh Gubernur Khofifah bersama Gubernur Sulawesi Selatan Andid Sudirman Sulaiman, gelaran ini berhasil mencatatkan transaksi sebesar Rp 240,23 miliar dari total 38 transaksi dalam waktu selama 8 jam atau transaksi final pukul 18.00 WITA.

"Misi dagang kali ini diikuti sebanyak 46 pelaku usaha asal Jatim dan 100 pelaku usaha asal Sulsel," ujar Khofifah.

Adapun potensi komoditi dari Jawa Timur yang ditawarkan antara lain Produk hasil pertanian (beras, jagung, bawang merah, bawang putih, bibit tanaman, sayuran); Produk hasil perkebunan (pala, rempah-rempah, coklat, tembakau, tepung gaplek); Produk hasil peternakan (telur, olahan daging ayam); Produk hasil perikanan (frozen seafood, olahan ikan); jasa (ekspedisi/logistik, jasa transportasi laut/kepelabuhan, pemakaian gudang dan kebutuhan pameran, perhotelan dan properti) dan lain lain (pupuk dolomit, keramik dan granit tile, alat kesehatan, mesin pengemas, paving blok, batik, sambal, palet kayu, garam dan sebagainya).

Sedangkan potensi komoditi dari Sulawesi Selatan yang akan ditransaksikan antara lain Produk hasil pertanian (beras, jagung, bawang merah); Produk hasil peternakan (daging kemasan, ayam potong, sapi potong); Produk hasil perkebunan (kopi, kacang-kacangan, kopra, arang batok); Aneka makanan minuman olahan (aneka keripik, stick rumput laut, minuman serbuk rempah olahan) dan Lain-lain (kerajinan rotan, tenun handmade, sarung tenun).

"Seperti tadi ada peragaan batik fosil dari Ngawi. Batik ini menonjolkan motif pithechanthropus erectus. Inilah yang akan terus menerus kita bangun saling menguatkan pendekatan budaya," ujarnya.

Mantan Menteri Sosial RI ini kemudian menjawab keinginan Gubernur Sulsel yang ingin membuat gelaran misi dagang di Jawa Timur.

"Kami menunggu kedatangan strong team dari Provinsi Sulawesi Selatan kapan akan melakukan misi dagang di Jatim. Mudah-mudahan pertemuan ini terus mendorong semangat kita untuk tetap produktif dan kita bangun pertemuan pikiran dan program antar OPD," kata Khofifah.

Untuk diketahui, hubungan perdagangan antara Jatim dengan Sulsel bisa dilihat dari data yang dirilis oleh BPS dimana nilai pembelian (bongkar) dari Sulsel ke Jatim sebesar Rp 432,66 miliar. Sedangkan total nilai penjualan (muat) dari Jatim ke Sulsel adalah Rp 4,86 triliun. Sehingga Jatim mengalami Surplus dengan Sulsel sebesar  Rp. 4,43 triliun. Jatim juga berkontribusi sebesar 1,68% terhadap total nilai penjualan Sulsel dan berkontribusi sebesar 22,13% terhadap total nilai pembelian Sulsel.

Sulawesi Selatan selama ini menyuplai beberapa komoditas utama seperti antara lain Cerutu, Pasta Mentah, Jagung pipilan, Kertas, Minuman Kalori, Roti, Biskuit dan Wafer, Minyak Kelapa, Coklat, Minyak Kelapa Sawit, dan Bahan Bangunan dari Logam ke Jawa Timur.

Sebaliknya, Jawa Timur banyak menyuplai komoditas Minyak Kelapa Sawit Mentah, Jagung, Gula Murni, Buah yang mengandung minyak, Lada, Bawang Bombay, Bahan Nabati, Udang, Kacang Mete, Mesin Bubut ke Sulawesi Selatan.kbc6

Bagikan artikel ini: