Wuss! Tarif kereta cepat bakal dijual rugi mulai Rp125 ribuan

Kamis, 24 November 2022 | 11:32 WIB ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pemerintah berambisi proyek Kereta Cepat Jakarta - Bandung bisa beroperasi pada Juni 2023. Nantinya tiket kereta ini dijual maksimal Rp 250 ribu per orang untuk jarak 150 km dengan waktu tempuh sekitar 30 menit.

Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi, menjelaskan rencana operasi KCJB akan dioperasikan mulai 05.30 - 22.00 WIB. Dengan kapasitas 610 ribu orang per hari dengan rencana 68 kali perjalanan per hari.

"Jam peak kita harapkan 5.30," katanya, dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI, Rabu (23/11/2022).

Dwijaya menjelaskan, tarif yang dipatok untuk tiga tahun pertama hanya Rp 250 ribu per orang untuk tarif terjauh, sedangkan Rp 125 ribu per orang untuk jarak terdekat. Tarif ini di bawah angka keekonomian dari studi yang dihitung yakni Rp 350 ribu terjauh dan Rp 150 ribu terdekat.

Dimana break event point (BEP) atau balik modal dari proyek ini diperkirakan mencapai 38 tahun, meski di 3 tahun pertama tiket dijual di bawah harga ekonomis.

"Jual rugi 3 tahun tapi konsesi selama 50 tahun, kan beda," kata Dwiyana.

Dwiyana menjelaskan, berdasarkan survei yang dihasilkan konsultan Polar UI penumpang yang berpindah dari transportasi umum, kendaraan pribadi hanya 11% atau mencapai 29 ribu per hari. Namun dia yakin sejalan dengan waktu jumlah penumpang akan meningkat.

"Dengan willingness to pay itu Rp 350 ribu hingga stasiun terjauh dan terdekat Rp 150 ribu. namun 3 tahun pertama Rp 250 ribu kita harapkan bisa lebih menarik," jelasnya.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan, 3 tahun pertama itu untuk menjaring animo masyarakat (create traffic).

"Traffic ini memang tidak linear, di awal memang agak berat kalau sudah terbentuk baru naik. Seperti tol Trans Jawa hampir semua tol itu melebihi traffic awal tapi ekosistem harus terbentuk," kata Tiko.

Selain itu Tiko menjelaskan, pendapatan kereta cepat tidak hanya berasal dari traffic. Dimana dikaji juga pendapatan non farebox seperti penamaan stasiun, juga pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD), rental ruang di stasiun. kbc10

Bagikan artikel ini: